CILEGON, WILIP.ID – Badan Amil Zakat Nasional Kota Cilegon resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Khairiyah Citangkil Cilegon untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu. Sinergi ini dikemas melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Beasiswa “Satu Keluarga Satu Sarjana” (SKSS).
Penandatanganan berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Cilegon, Ruko Metro Cilegon, Senin (09/02/2026). Dokumen kerja sama diteken langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Cilegon, Dr. H. Isomudin, S.H., M.Pd., dan Wakil Ketua I STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon, Faizudin, M.Pd.
Program SKSS bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Lebih dari itu, ia dirancang sebagai strategi memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Skemanya menyasar mahasiswa berprestasi dari keluarga mustahik di Kota Cilegon agar memiliki kesempatan meraih gelar sarjana.
Bagi BAZNAS Kota Cilegon, pendidikan adalah investasi jangka panjang. Ketika satu keluarga memiliki sarjana pertama, peluang peningkatan kesejahteraan terbuka lebih lebar. Dampaknya tak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga bahkan lingkungan sekitar.
Faizudin menegaskan komitmen kampus dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial.
“Kami berkomitmen memberikan kualitas pendidikan terbaik bagi para penerima beasiswa BAZNAS. Harapannya, mereka menjadi sarjana yang unggul secara akademis sekaligus memiliki integritas moral untuk membangun Kota Cilegon,” ujarnya.
PKS yang diteken kedua belah pihak mengatur secara rinci mekanisme seleksi, skema pembiayaan pendidikan, hingga pembinaan berkelanjutan bagi mahasiswa penerima manfaat. Pendekatan ini menegaskan prinsip transparansi dan profesionalitas dalam pengelolaan dana zakat.
BAZNAS Kota Cilegon memastikan bahwa dana yang dihimpun dari masyarakat benar-benar dikelola secara tepat sasaran dan berdampak nyata. Kolaborasi dengan institusi pendidikan dinilai menjadi langkah konkret untuk memastikan bantuan tidak bersifat konsumtif semata, melainkan produktif dan transformatif.
Program SKSS juga selaras dengan prioritas Pemerintah Kota Cilegon di sektor pendidikan dan pengentasan kemiskinan. Pendidikan tinggi diposisikan sebagai pintu mobilitas sosial yang efektif di tengah tantangan ekonomi.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kota Cilegon dan STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon menegaskan bahwa zakat bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial.
Pesannya sederhana namun kuat: satu keluarga, satu sarjana, satu langkah nyata menuju Cilegon yang lebih berdaya.
(Pis/Red*)















