CILEGON, WILIP.ID – Kegiatan Diklat Dakwah Albaqo–IKAMAH yang digelar selama tiga hari pada 25–27 Februari 2026 tidak berhenti pada ruang pelatihan semata. Para peserta langsung diterjunkan ke tengah masyarakat melalui program Tarawih Berkunjung (Tarjung) yang berlangsung pada 7–12 Maret 2026 di berbagai masjid di Kota Cilegon.
Program Tarjung ini menjadi ajang praktik nyata bagi para santri dan siswa untuk mengasah kemampuan dakwah mereka. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberi kesempatan tampil langsung di hadapan jamaah, mulai dari menyampaikan ceramah, membaca Al-Qur’an sebagai qori, hingga memandu acara sebagai Master of Ceremony (MC).
Langkah ini dinilai sebagai metode pembinaan yang efektif, karena para peserta tidak hanya memahami teori dakwah, tetapi juga merasakan langsung dinamika berdakwah di tengah masyarakat.
Pimpinan Pesantren Banu Alqomar yang juga salah satu Kepala Bidang IKAMAH, Ustadz H. Mustofa HQ, berharap kegiatan ini dapat melahirkan kader-kader dakwah yang siap menjadi penerus perjuangan ulama.
“Melalui Diklat Dakwah dan Tarjung ini kami berharap lahir dai dan daiyah, mubaligh dan mubalighah yang mampu berdiri di tengah masyarakat sebagai generasi penerus sekaligus menjadi lentera bagi umat,” ujarnya.
Menurut Mustofa, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya kalangan pelajar, agar semakin peduli terhadap pendidikan agama, pembentukan akhlak, serta penguatan ibadah sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Hal senada disampaikan Ustadz Ruba’i, Steering Committee kegiatan sekaligus Kepala Bidang Dakwah dan Komunikasi Umat IKAMAH. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kader dakwah yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan.
“Peserta diharapkan memiliki pemahaman agama yang baik, berakhlak mulia, serta mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan bijak dan penuh hikmah kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan memimpin di tengah masyarakat. Para peserta dilatih berbagai keterampilan praktis, seperti public speaking, manajemen dakwah, hingga kerja sama organisasi.
Salah satu pemateri sekaligus pembimbing Tarjung, Dr. (Cand) Hj. Eti Sobariyah, M.Pd, yang juga dosen STIT Al-Khairiyah, menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membangun mental dakwah para peserta.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar latihan ceramah, tetapi juga proses pembentukan karakter dan keberanian untuk membaur dengan masyarakat.
“Tarjung ini membangun spirit training dakwah yang mengasah mental sekaligus memperkuat silaturahmi dengan masyarakat. Ini juga menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan Madrasah Al-Khairiyah Karang Tengah, baik secara kualitas maupun kuantitas,” jelas Eti.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dakwah di era digital. Ke depan, kata dia, kader dakwah tidak cukup hanya memahami agama secara tekstual, tetapi juga harus mampu berkomunikasi dengan baik dan memanfaatkan teknologi sebagai media dakwah yang efektif.
“Dakwah hari ini menuntut kemampuan komunikasi yang kuat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan Tarjung ini akan mencapai puncaknya pada peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Masjid Jami’ Al-Muttaqien, Link Kaligandu Bujang Boros, Cilegon, pada 12 Maret 2026 atau malam ke-23 Ramadan.
Dalam acara tersebut, para santri dan alumni Al-Khairiyah Karangtengah dijadwalkan tampil sebagai penceramah di hadapan masyarakat.
Sekretaris panitia Diklat Dakwah, Gobang, mengatakan momentum ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kemampuan para peserta setelah mengikuti pelatihan dan praktik lapangan.
Sementara itu, Koordinator Presidium IKAMAH, Dr. Nurdin Sibaweh, menegaskan bahwa Diklat Dakwah dan Tarjung merupakan satu paket kegiatan yang dirancang untuk mengintegrasikan teori dan praktik.
“Para siswa dan santri tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung berdakwah di tengah masyarakat. Ini menjadi bekal penting bagi mereka, baik untuk menjadi penceramah maupun mengambil peran dakwah lainnya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi proses pembinaan berkelanjutan dalam melahirkan generasi muda yang berilmu, beriman, dan berkontribusi bagi umat serta bangsa.
(Has/Red*)















