Santuni 80 Anak Yatim, Karang Taruna Kecamatan Cilegon Harap Kepemimpinan Baru Perkuat Konsolidasi

CILEGON, WILIP.ID – Karang Taruna Kecamatan Cilegon terus menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satunya melalui program santunan anak yatim yang rutin digelar setiap tahun sejak 2011.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cilegon, Abdul Azis, mengatakan kegiatan santunan tersebut menjadi agenda sosial tahunan yang konsisten dijalankan hingga saat ini. Pada 2026, jumlah anak yatim yang menerima santunan tercatat sekitar 80 orang.

“Alhamdulillah kegiatan santunan anak yatim ini sudah menjadi agenda rutin sejak 2011 hingga sekarang. Tahun ini sekitar 80 anak yatim yang kami santuni,” ujar Azis, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan yang hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu kelompok yang membutuhkan perhatian.

Azis berharap, di bawah kepemimpinan baru Bung Ahmad Aflahul Azis, Karang Taruna Kota Cilegon, organisasi kepemudaan ini dapat semakin solid dan memiliki koordinasi yang lebih kuat hingga ke tingkat kecamatan.

“Harapan kami tentu dengan kepemimpinan baru ini organisasi bisa semakin berjalan baik, terutama dalam hal koordinasi dan pembinaan dari tingkat kota ke kecamatan,” katanya.

Ia menilai, peran Karang Taruna Kota Cilegon sangat penting sebagai pembina sekaligus pengarah bagi Karang Taruna di tingkat kecamatan. Berbagai program maupun kebijakan organisasi dari tingkat pusat juga diharapkan dapat tersosialisasi dengan baik melalui struktur tersebut.

Azis juga menilai kepemimpinan baru Karang Taruna Kota Cilegon memiliki energi besar untuk menggerakkan organisasi.

“Beliau masih muda, enerjik, dan punya semangat tinggi. Kami optimistis Karang Taruna bisa lebih aktif dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Karang Taruna sendiri selama ini dikenal sebagai organisasi kepemudaan berbasis sosial yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat, penguatan solidaritas sosial, serta menjadi ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.

 

(Pis/Red*)