Pamuka  

MUSRAN Kwaran Cilegon Tegaskan Semangat Soliditas dan Gotong Royong, Buang Safrudin Kembali Pimpin Pramuka

0-0x0-0-0#

CILEGON, WILIP.ID — Musyawarah Ranting (MUSRAN) Kwartir Ranting (Kwaran) Cilegon menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi Gerakan Pramuka di tingkat kecamatan. Mengusung tema “Mewujudkan Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cilegon yang Aktif, Solid dan Berkarakter”, forum tersebut menegaskan komitmen seluruh elemen Pramuka untuk menjaga eksistensi organisasi di tengah berbagai tantangan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Saung Bambu Paniisan Kuring itu dihadiri jajaran pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab), Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), para pembina gugus depan hingga perwakilan sekolah di wilayah Kecamatan Cilegon.

Ketua Kwarcab Kota Cilegon, Erza Erdiansyah menegaskan bahwa organisasi Pramuka harus terus bergerak dan tidak boleh stagnan. Menurutnya, MUSRAN bukan sekadar agenda tiga tahunan, melainkan ruang evaluasi sekaligus penegasan arah gerakan ke depan.

“Organisasi itu harus hidup. Setelah MUSRAN tentu ada tindak lanjut program dan penguatan organisasi. Masih ada beberapa kwaran yang belum melaksanakan MUSRAN tahun 2026, mudah-mudahan segera menyusul,” ujarnya.

Erza juga menyoroti agenda besar Gerakan Pramuka tahun ini, yakni keikutsertaan dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Menurutnya, kesiapan Kwaran menjadi faktor penting agar kontingen Kota Cilegon mampu tampil optimal dalam kegiatan nasional tersebut.

“Sinergi antara kwaran dan mabiran harus diperkuat. Dukungan dari mabiran selama ini cukup baik terhadap kegiatan Pramuka dan itu harus terus dijaga,” katanya.

Dalam MUSRAN tersebut, Buang Safrudin kembali dipercaya secara aklamasi untuk memimpin Kwaran Cilegon periode 2026–2029.

Terpilihnya kembali Buang Safrudin dinilai menjadi bentuk kepercayaan para pembina dan pengurus terhadap keberlanjutan program organisasi yang selama ini berjalan.

Dalam sambutannya, Buang menyebut MUSRAN kali ini lahir dari dorongan kuat para pengurus dan keluarga besar Pramuka Cilegon agar roda organisasi tetap aktif dan produktif.

“Alhamdulillah MUSRAN bisa terlaksana dengan baik dan antusias teman-teman luar biasa. Para mabigus dan pembina dari sekolah-sekolah hadir semua. Ini menandakan semangat Pramuka di Cilegon masih sangat kuat,” katanya.

Ia menegaskan, kepengurusan ke depan akan fokus melanjutkan program yang belum tuntas, terutama penguatan sekretariat Kwaran yang selama ini masih menempati bangunan lama dan dinilai sudah tidak layak.

Menurut Buang, kondisi sekretariat yang saat ini masih bergabung dengan sejumlah organisasi lain menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

“Kami berharap ada dukungan dari pihak kecamatan dan mabiran agar Kwaran memiliki ruang sekretariat yang lebih layak. Minimal ada satu ruangan untuk aktivitas Kwaran dan DKR agar pembinaan bisa berjalan lebih maksimal,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan keterbatasan fasilitas tidak akan mengurangi semangat pengabdian para pengurus Pramuka di Kecamatan Cilegon.

Sementara itu, Ketua Mabiran Kwaran Cilegon, Maman Herman menilai Gerakan Pramuka hingga kini tetap menjadi wadah pendidikan karakter yang kuat karena menjunjung tinggi budaya gotong royong.

“Di Pramuka ini budaya gotong royong sangat terasa. Nilai-nilai seperti itu penting dipertahankan agar tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.

MUSRAN Kwaran Cilegon pun diharapkan tidak hanya menghasilkan struktur kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan langkah konkret dalam memperkuat pembinaan generasi muda yang disiplin, mandiri dan berkarakter di Kota Cilegon.

(Has/Red*)