CILEGON, WILIP.ID – Keluhan warga Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, terkait debu yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, semakin memprihatinkan. Bukan hanya mengotori rumah dan kendaraan, debu yang terus beterbangan dalam beberapa hari terakhir kini mulai berdampak pada kesehatan masyarakat.
Sejumlah warga mengaku mengalami gangguan pernapasan ringan hingga batuk-batuk akibat paparan debu yang setiap hari masuk ke lingkungan permukiman. Ironisnya, di tengah keresahan masyarakat yang terus meningkat, belum terlihat langkah nyata maupun respons cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai keberpihakan pemerintah terhadap kesehatan dan kenyamanan warga. Masyarakat menilai pemerintah terkesan pasif dan lamban dalam menyikapi persoalan lingkungan yang berpotensi mengancam kesehatan publik.
Salah seorang warga, Suhendi, mengungkapkan bahwa intensitas debu dalam beberapa hari terakhir jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya. Debu tidak hanya menempel di lantai rumah, tetapi juga memenuhi halaman hingga kendaraan yang diparkir di sekitar permukiman.
“Setiap hari harus membersihkan rumah berkali-kali. Debunya cepat sekali menumpuk. Sekarang bukan cuma rumah yang kotor, beberapa warga juga mulai mengeluhkan batuk-batuk dan sesak karena debu yang terus terhirup,” ujarnya, Sabtu malam, 20 Juni 2207.
Menurut Suhendi, kondisi tersebut cukup mengherankan karena secara geografis kawasan Pabean terhalang Bukit Kedurung. Namun kenyataannya, debu tetap mampu menembus area permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga menduga sumber debu berasal dari aktivitas pertambangan yang berada di wilayah Bojonegara. Saat cuaca panas dan angin bertiup ke arah Kota Cilegon, partikel debu diduga terbawa hingga mencapai kawasan permukiman warga.
Yang menjadi sorotan, hingga kini belum ada tindakan konkret berupa investigasi lapangan, pengukuran kualitas udara, maupun langkah mitigasi dari pihak pemerintah. Padahal, keluhan masyarakat sudah mencuat dan menjadi perbincangan luas di lingkungan sekitar.
Situasi ini dinilai menunjukkan lemahnya respons pemerintah terhadap persoalan yang langsung dirasakan masyarakat. Alih-alih hadir memberikan kepastian dan perlindungan, pemerintah justru dianggap membiarkan warga menghadapi dampak pencemaran debu tanpa solusi yang jelas.
“Kalau memang sumbernya dari aktivitas tambang, pemerintah harus segera turun tangan. Jangan menunggu sampai dampaknya semakin luas atau kesehatan warga terganggu lebih serius,” tegas Suhendi.
Aktivitas pertambangan di kawasan Bojonegara sendiri selama ini kerap menjadi perhatian publik karena berbagai isu lingkungan yang menyertainya. Debu dari proses pengerukan dan mobilisasi material berpotensi menyebar ke wilayah sekitar apabila pengelolaan lingkungan tidak dilakukan secara maksimal dan sesuai standar.
Pakar lingkungan kerap mengingatkan bahwa paparan debu secara terus-menerus dapat memicu gangguan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru-paru. Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas pertambangan tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus benar-benar memastikan dampak lingkungan dapat dikendalikan.
Kini warga Pabean berharap pemerintah Kota Cilegon, Pemerintah Kabupaten Serang, Dinas Lingkungan Hidup, hingga aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Mereka meminta dilakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan sumber debu sekaligus menindak pihak yang terbukti menyebabkan pencemaran lingkungan.
Masyarakat menilai hak atas udara bersih dan lingkungan yang sehat merupakan hak dasar yang wajib dijamin negara. Ketika keluhan warga terus bermunculan namun tidak direspons secara cepat, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas lingkungan, melainkan juga kepercayaan publik terhadap pemerintah yang seharusnya hadir melindungi masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum terlihat adanya langkah resmi maupun pernyataan dari instansi terkait mengenai penanganan keluhan debu yang dikeluhkan warga Kelurahan Pabean tersebut.
(Has/Red*)















