CILEGON, WILIP.ID – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya sektor logam. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan, pendataan profil pelaku usaha, hingga membuka akses bahan baku agar industri lokal mampu tumbuh lebih kompetitif.
Komitmen itu disampaikan Kepala Disperindag Kota Cilegon, Didin S. Maulana, usai menerima audiensi Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Cilegon bersama sejumlah pelaku usaha, Selasa (14/7/2026).
Menurut Didin, kehadiran Forum IKM menjadi angin segar bagi pemerintah daerah karena dapat menjadi wadah untuk menyatukan aspirasi para pelaku industri kecil yang selama ini bergerak secara mandiri, khususnya di sektor logam.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada Forum IKM. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong pemberdayaan industri kecil dan menengah di Kota Cilegon. Berbagai persoalan yang mereka hadapi akan kami tindak lanjuti. Pemerintah harus hadir ketika IKM mengalami kesulitan,” ujar Didin.
Ia menegaskan, Disperindag akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan IKM karena sektor tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Menurutnya, pertumbuhan industri kecil menjadi salah satu solusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Cilegon.
“IKM memiliki potensi besar menyerap tenaga kerja. Karena itu kami akan gaspol mendukung pengembangannya, terutama IKM sektor logam serta industri kimia dan plastik,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Disperindag akan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap seluruh pelaku IKM. Setiap pelaku usaha nantinya diminta memiliki profil usaha yang memuat legalitas, kapasitas produksi hingga dokumentasi produk.
Pendataan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperjuangkan kebutuhan para pelaku industri, termasuk membuka akses terhadap bahan baku dari kelompok industri besar seperti Krakatau Steel Group.
“Kami ingin seluruh IKM memiliki profil usaha yang lengkap. Dari situ pemerintah akan lebih mudah memfasilitasi kebutuhan mereka, termasuk memperjuangkan akses bahan baku yang selama ini menjadi kendala utama,” jelas Didin.
Selain itu, Disperindag juga berencana memperkuat koordinasi melalui forum diskusi (FGD) yang melibatkan berbagai organisasi dan komunitas IKM agar persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan secara bersama-sama.
“Apapun organisasinya, selama memiliki kebutuhan dan persoalan yang sama, pemerintah siap mendukung. Tujuannya agar seluruh IKM di Kota Cilegon bisa berkembang bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Cilegon, H. Rebudin, mengatakan audiensi tersebut bertujuan membangun sinergi dengan pemerintah daerah demi keberlangsungan industri kecil, khususnya pelaku usaha berbasis logam.
Ia menjelaskan, selama ini Cilegon sebenarnya memiliki banyak pelaku industri logam yang mampu menghasilkan berbagai produk, mulai dari drum, kompor, spandek hingga beragam kebutuhan industri lainnya. Namun, keberadaan mereka belum banyak diketahui publik maupun mendapatkan perhatian secara maksimal.
“Forum ini hadir untuk menyampaikan kepada pemerintah bahwa di Kota Cilegon banyak pelaku IKM berbasis logam yang selama ini terus berproduksi dan memiliki potensi besar untuk berkembang,” kata Rebudin.
Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi bukan lagi pemasaran, melainkan sulitnya memperoleh bahan baku.
“Kami melihat akses pasar sebenarnya sudah terbuka. Yang menjadi persoalan saat ini adalah bahan baku. Karena sebagian besar bahan baku berasal dari Krakatau Steel, kami berharap pemerintah dapat menjembatani agar kebutuhan tersebut bisa dipenuhi,” ujarnya.
Rebudin berharap sinergi antara pemerintah daerah, Forum IKM dan industri besar di Cilegon dapat melahirkan ekosistem industri yang saling menguatkan.
“Dengan dukungan pemerintah, kami optimistis IKM logam di Kota Cilegon bisa tumbuh lebih kuat, meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja baru, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
(Has/Red*)















