CILEGON, WILIP.ID – Di tengah krisis air bersih yang masih dirasakan warga pesisir Kecamatan Pulomerak, kepedulian datang dari Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 11 Institut Al Khairiyah (INSTAL). Mereka turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Lingkungan Jelawe dan Kotak Malang, Kelurahan Suralaya, Kota Cilegon, Kamis (30/7/2026).
Aksi sosial tersebut menjadi salah satu program pengabdian masyarakat yang dijalankan mahasiswa selama menjalani KKM. Bantuan air bersih disalurkan sebagai respons atas kondisi kemarau yang menyebabkan pasokan air bersih di sejumlah wilayah Suralaya semakin terbatas.
Ketua KKM Kelompok 11 INSTAL, Ahmad Yusuf, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi. Melalui kegiatan ini kami ingin hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan warga,” ujar Ahmad Yusuf.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat, terutama ketika menghadapi persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Penyaluran bantuan disambut antusias oleh warga. Sejumlah masyarakat mengaku terbantu karena selama beberapa pekan terakhir mereka mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Bagi warga Jelawe dan Kotak Malang, bantuan tersebut bukan hanya sekadar pasokan air, tetapi juga menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat hadir dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.
Program ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKM diharapkan mampu mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi sederhana atas persoalan yang sedang dihadapi.
Melalui aksi kemanusiaan ini, KKM Kelompok 11 INSTAL berharap semangat gotong royong dan solidaritas sosial terus tumbuh, sehingga penanganan persoalan kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan perguruan tinggi, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.
(Has/Red*)















