CILEGON, WILIP.ID — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka di tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) Cibeber, Kota Cilegon, Kamis, 20 Agustus 2026 tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Di tengah tantangan zaman, kegiatan tersebut dikemas sebagai ruang untuk kembali merekatkan persaudaraan antaranggota Pramuka sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.
Sedikitnya 400 peserta dari berbagai gugus depan tingkat SD, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA sederajat ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat sejak upacara peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka hingga latihan gabungan yang melibatkan para anggota Pramuka Penggalang dan Penegak.
Ketua Pelaksana HUT Gerakan Pramuka Kwarran Cibeber, Andre Wahyu Pratama, mengatakan kegiatan sengaja dirancang sederhana menyesuaikan kondisi di lapangan. Namun, substansi kegiatan tetap diarahkan pada tujuan utama Gerakan Pramuka, yakni membangun kebersamaan dan memperkuat persaudaraan.
“Konsepnya memang sederhana, tetapi tujuan utamanya bagaimana merekatkan kembali persaudaraan antaranggota Pramuka,” kata Andre.
Menurut dia, hampir seluruh gugus depan tingkat SD turut mengirimkan peserta. Dari sekitar 25 gugus depan SD yang ada, sebagian besar hadir. Sementara tingkat SMP tercatat sekitar lima gugus depan dan SMA sederajat sekitar empat gugus depan yang ikut berpartisipasi.
Jika seluruh peserta digabungkan, jumlah kehadiran mencapai lebih dari 400 orang dan mendekati 500 peserta.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka. Setelah itu, peserta mengikuti latihan gabungan, khususnya anggota Pramuka Penggalang dari tingkat SD dan SMP.
Latihan dikemas dalam sejumlah pos kegiatan. Bukan hanya menguji keterampilan kepramukaan, peserta juga diajak memainkan permainan kebersamaan, mengingat kembali kode kehormatan Pramuka, Dasa Darma, serta mengasah kembali kemampuan semaphore dan berbagai keterampilan dasar kepramukaan.
Sementara anggota Pramuka Penegak dari SMA, SMK dan MA sederajat diberi ruang untuk mengambil peran lebih besar. Mereka dilibatkan membantu panitia dalam mengoordinasikan peserta sekaligus mendampingi adik-adik Penggalang selama kegiatan berlangsung.
Bagi Andre, pola tersebut penting karena Pramuka tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ada proses belajar menjadi pemimpin, bekerja sama, sekaligus memberi ruang kepada anggota yang lebih senior untuk mengabdi.
Ketua Kwarran Cibeber, Pamuji, mengatakan peringatan HUT ke-65 Pramuka tahun ini juga diarahkan untuk memperkuat kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.
Selain upacara dan latihan gabungan, rangkaian kegiatan juga dirangkai dengan agenda donasi air bersih bagi masyarakat di lingkungan Tembulun dan Gunung Batur.
Pamuji menyebut peserta berasal dari berbagai gugus depan tingkat SD, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA sederajat di wilayah Kecamatan Cibeber.
Ia menilai semangat Pramuka harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. Terlebih, tema peringatan tahun ini menekankan semangat memantapkan langkah organisasi dalam mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, Pamuji mendorong anggota Pramuka mulai mengenalkan ketahanan pangan dari lingkungan paling dekat: rumah dan gugus depan.
“Adik-adik Pramuka harus menjaga lingkungan dan memahami potensi pangan yang bisa dikembangkan. Bisa dimulai dari menanam cabai, terong, bayam, kangkung dan tanaman pangan lainnya,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kegiatan Pramuka tidak boleh terjebak pada stigma lama sebagai aktivitas yang hanya berkutat pada tali-temali, semaphore atau baris-berbaris.
Menurut Pamuji, Pramuka memiliki nilai yang jauh lebih luas. Gotong royong, kebersamaan, kemandirian, kedisiplinan dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang ditanamkan melalui Gerakan Pramuka.
Pamuji melihat perkembangan Gerakan Pramuka di Kecamatan Cibeber menunjukkan tren positif setelah sempat terdampak pandemi Covid-19.
Kegiatan kepramukaan kembali menggeliat. Bahkan, Kwarran Cibeber telah mengirimkan delapan peserta untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas). Selain itu, sejumlah anggota juga berhasil mengikuti proses Pramuka Garuda tingkat Penggalang.
“Alhamdulillah Pramuka di Kwarran Cibeber terus berkembang berkat kerja sama seluruh Mabigus di Kecamatan Cibeber,” katanya.
Bagi Pamuji, capaian tersebut bukan sekadar angka. Ia melihatnya sebagai hasil dari kerja bersama antara pembina, gugus depan, sekolah, orang tua dan seluruh unsur yang selama ini menjaga agar kegiatan Pramuka tetap hidup.
Kini Pamuji memasuki periode kedua sebagai Ketua Kwarran Cibeber setelah kembali dipercaya melalui Musyawarah Ranting pada 2025.
Ia menganggap jabatan tersebut bukan sekadar posisi organisasi, melainkan bagian dari pengabdian.
“Saya dari dulu aktif di Pramuka. Di usia yang sudah tidak muda lagi, mudah-mudahan masih bisa terus membersamai dan mengaktifkan Pramuka,” tuturnya.
Baginya, pengabdian di Pramuka memiliki makna sederhana: hadir, berbagi, membantu dan bekerja bersama.
Semangat itu, kata dia, sejalan dengan janji dan kode kehormatan Pramuka yang menempatkan pengabdian sebagai bagian penting dari perjalanan seorang anggota.
Sebab pada akhirnya, Pramuka bukan hanya soal seragam cokelat, upacara, tali-temali atau permainan di lapangan. Lebih dari itu, Pramuka adalah tentang bagaimana anak-anak muda dibentuk agar memiliki kepedulian, kemandirian dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat.
Dari halaman sekolah hingga lingkungan tempat tinggal, nilai-nilai itu diharapkan terus tumbuh. Sebab menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda bukan hanya membutuhkan kecakapan, tetapi juga karakter dan kesediaan untuk mengabdi.
“Satya ku darmakan, Dharma ku baktikan.”
(Has/Red*)















