CILEGON, WILIP.ID — Dukungan terhadap kontingen Gerakan Pramuka Kota Cilegon yang mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII tidak berhenti pada pelepasan keberangkatan. Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Waka Mabicab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, turun langsung ke Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, untuk menyapa para peserta.
Fajar yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Cilegon itu mengunjungi anjungan atau tenda kontingen Cilegon pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Ia didampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Cilegon Erza Erdiansyah beserta jajaran pengurus.
Di tengah suasana perkemahan, Fajar berdialog dengan peserta. Ia tidak sekadar datang untuk melihat kondisi kontingen, tetapi juga menyampaikan pesan agar momentum Jamnas XII dimanfaatkan sebagai ruang belajar, membangun karakter, sekaligus memperluas pergaulan.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ikuti seluruh kegiatan dan materi dengan serius agar pengalaman selama Jamnas benar-benar menjadi bekal,” ujar Fajar.
Bagi Fajar, Jamnas XII merupakan kesempatan langka bagi generasi muda. Peserta tidak hanya bertemu dengan Pramuka dari berbagai penjuru Indonesia, tetapi juga berinteraksi dengan perwakilan dari tujuh negara.
Karena itu, ia meminta para peserta tidak sekadar menjadi penonton dalam kegiatan berskala nasional tersebut.
“Jalin pertemanan dan persahabatan sebanyak-banyaknya. Jangan hanya pulang membawa cerita tentang kegiatan, tetapi juga membawa pengalaman dan saudara baru,” katanya.
Fajar juga mendorong peserta memperkenalkan Kota Cilegon kepada peserta lain. Menurut dia, kehadiran kontingen Cilegon sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan karakter dan potensi kota industri tersebut di panggung nasional.
“Kenalkan Kota Cilegon kepada peserta dari daerah lain. Tunjukkan bahwa Cilegon merupakan kota yang terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Pesan itu menjadi penting karena perkemahan, menurut Fajar, sejatinya bukan hanya soal mendirikan tenda dan mengikuti agenda kegiatan. Kehidupan di alam terbuka justru memberikan pengalaman yang sulit diperoleh di ruang kelas.
Mulai dari memasak, mengatur kebutuhan pribadi, menjaga kebersihan tenda, bekerja dalam kelompok hingga menyelesaikan persoalan secara mandiri merupakan latihan kecil yang membentuk karakter.
Fajar bahkan mengaitkan pengalaman tersebut dengan masa ketika dirinya mengikuti kegiatan perkemahan.
“Zaman dulu ketika saya berkemah belum ada alat-alat modern seperti sekarang. Banyak keterbatasan fasilitas. Tapi dari situ kita belajar survive. Pengalaman itulah yang menjadi bekal berharga sampai sekarang,” tuturnya.
Di tengah derasnya kehidupan digital yang membuat remaja semakin akrab dengan gawai, Fajar melihat kegiatan Pramuka tetap memiliki ruang penting.
Perkemahan menjadi semacam laboratorium kehidupan. Peserta belajar berkomunikasi secara langsung, berbagi tugas, menghadapi keterbatasan dan mengambil keputusan bersama.
Karena itu, Fajar berharap pengalaman di Jamnas XII tidak berhenti ketika peserta meninggalkan Cibubur.
“Persiapkan diri kalian menjadi pemimpin masa depan. Kepemimpinan bisa dimulai dari pengalaman di kepramukaan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peserta menjaga kesehatan, kebersihan, keamanan dan kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian Jamnas.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Cilegon Erza Erdiansyah menegaskan bahwa keikutsertaan kontingen Cilegon di Jamnas XII bukan sekadar membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Menurut Erza, pengalaman yang diperoleh peserta jauh lebih penting. Mereka harus mampu menjadikan Jamnas sebagai ruang untuk belajar, berinteraksi dan membangun jejaring persahabatan.
“Jamnas ini bukan hanya soal berkemah. Ini kesempatan bagi adik-adik untuk belajar, membangun persahabatan, melatih kemandirian dan menunjukkan karakter Pramuka Cilegon,” kata Erza.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan disiplin serta menjaga kekompakan selama berada di Bumi Perkemahan Cibubur.
Erza juga mendorong peserta memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperkenalkan Kota Cilegon kepada Pramuka dari berbagai daerah.
“Kita ingin mereka pulang tidak hanya membawa pengalaman berkemah, tetapi juga membawa wawasan, jaringan persahabatan dan nilai-nilai positif yang bisa diterapkan setelah kembali ke Cilegon,” ujarnya.
Menurut Erza, setiap peserta merupakan representasi Gerakan Pramuka sekaligus membawa nama Kota Cilegon. Karena itu, sikap, kedisiplinan dan perilaku selama Jamnas menjadi bagian penting dari citra daerah.
“Kami berharap adik-adik bisa menjadi contoh yang baik. Jaga kesehatan, kekompakan, kedisiplinan dan nama baik Kota Cilegon. Ambil sebanyak-banyaknya pengalaman dari Jamnas ini,” katanya.
Kunjungan Waka Mabicab bersama jajaran Kwarcab Cilegon pun menjadi suntikan semangat bagi kontingen yang tengah menjalani rangkaian kegiatan Jamnas XII.
Sebab, di balik tenda-tenda yang berdiri di Bumi Perkemahan Cibubur, para peserta sejatinya sedang menjalani proses yang lebih besar dari sekadar perkemahan.
Mereka sedang belajar hidup bersama, menghadapi keterbatasan, menghargai perbedaan dan bekerja dalam satu tujuan.
Dari tenda sederhana itulah karakter ditempa. Dan dari pengalaman kecil di perkemahan, kepemimpinan masa depan bisa mulai tumbuh.
(Has/Red*)
















