CILEGON, WILIP.ID — Perubahan zaman bergerak semakin cepat. Teknologi berkembang, informasi datang tanpa batas, dan pola hidup masyarakat ikut bergeser. Namun, di tengah derasnya perubahan itu, ada satu hal yang tak boleh kehilangan arah: iman dan akhlak.
Pesan tersebut mengemuka dalam Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Majelis Ilmu Al-Khairiyah Jumat 18 September 2026 dengan mengusung tema “Membangun Pribadi yang Beriman dan Berakhlak di Tengah Arus Perubahan Zaman melalui Maulid Nabi Muhammad SAW.”
Bagi keluarga besar Majelis Ilmu Al-Khairiyah, Maulid Nabi tidak sekadar agenda tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk kembali mengenang perjalanan Rasulullah SAW sekaligus menggali keteladanan beliau dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Kegiatan dipimpin Ketua Panitia Inayati dan dihadiri jajaran pimpinan, pengurus, mahasiswa, serta keluarga besar Majelis Ilmu Al-Khairiyah. Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Ketua Majelis Ilmu Al-Khairiyah, Alimulloh, mengajak seluruh peserta agar tidak menjadikan Maulid Nabi sebatas kegiatan seremonial.
“Peringatan Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ujar Alimulloh dalam sambutannya.
Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika masyarakat menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.
Pesan mengenai pentingnya membangun karakter juga disampaikan dalam sambutan Rektor Institut Agama Islam Al-Khairiyah (INSTAL) yang disampaikan melalui Sekretaris Lembaga, Nurdiyanto, M.Pd.
“Generasi yang kita bangun tidak cukup hanya memiliki wawasan dan kemampuan keilmuan. Keimanan dan akhlak juga harus menjadi fondasi dalam menghadapi perkembangan zaman,” demikian pesan yang disampaikan Nurdiyanto.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, keimanan, dan karakter.
Ketua BAAK INSTAL, Alfina Setyawati, M.Pd., turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter yang dilaksanakan Majelis Ilmu Al-Khairiyah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Ustaz Agus Sholihin Najmudin.
Dalam tausiyahnya, Agus mengajak peserta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Keimanan, kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, hingga kepedulian terhadap sesama menjadi nilai yang kembali ditekankan.
“Rasulullah SAW bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diteladani. Nilai keimanan, kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Agus dalam tausiyahnya.
Di sinilah pesan Maulid Nabi menjadi relevan.
Peringatan kelahiran Rasulullah SAW bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi bagaimana keteladanan beliau diterjemahkan menjadi perilaku nyata.
Sebab, perubahan zaman tidak hanya menghadirkan kemudahan. Di balik perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, terdapat tantangan terhadap karakter, moral, dan pola pergaulan generasi muda.
Karena itu, Majelis Ilmu Al-Khairiyah menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai pengingat bahwa iman dan akhlak tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk pribadi yang mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan jati diri.
Harapannya, semangat Maulid tidak berhenti ketika acara selesai. Nilai yang disampaikan dalam tausiyah dapat hadir dalam keseharian—dalam cara berbicara, bersikap, belajar, bekerja, bermasyarakat, dan memperlakukan sesama.
Dengan demikian, Maulid Nabi bukan sekadar peringatan, tetapi menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk membangun generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak.
Bagi keluarga besar Majelis Ilmu Al-Khairiyah dan INSTAL, kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempererat ukhuwah dan silaturahmi sekaligus meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Sebab di tengah zaman yang terus berubah, ilmu mungkin membuat seseorang lebih maju. Namun iman dan akhlak yang menjadi penuntun agar kemajuan itu tetap berada di jalan yang benar.
(Alfa/Red*)















