JLS Kembali Memakan Korban, Mahasiswa Cilegon Tagih Langkah Nyata Pemerintah

CILEGON, WILIP.ID — Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Peristiwa tersebut memantik keprihatinan sekaligus desakan agar pemerintah tidak melihat kecelakaan sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.

Ketua Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), Maki, meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan di sepanjang JLS.

 

 

 

 

Menurut Maki, berulangnya kecelakaan harus menjadi momentum untuk melihat kembali kondisi jalan secara lebih serius. Bukan hanya soal pengendara, tetapi juga kondisi infrastruktur dan faktor keselamatan yang melekat pada ruas jalan tersebut.

“Kami turut berduka atas kembali jatuhnya korban akibat kecelakaan di Jalan Lingkar Selatan. Kembali terjadinya korban jiwa menunjukkan bahwa persoalan keselamatan di jalan tersebut tidak boleh terus dianggap sebagai kejadian yang berdiri sendiri,” kata Maki, Kamis (1/10/2026).

IMC mendorong evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas dan desain jalan, penerangan, rambu-rambu, marka jalan, hingga pemetaan titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan.

Bagi mahasiswa, keselamatan pengguna jalan tidak semestinya baru menjadi perhatian setelah kecelakaan terjadi. Pemerintah dinilai perlu memiliki langkah antisipatif untuk mencegah potensi kecelakaan sebelum kembali menimbulkan korban.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan menunggu korban berikutnya untuk kemudian bertindak,” tegasnya.

Maki juga meminta pemerintah menyampaikan hasil evaluasi kepada publik secara terbuka. Menurut dia, masyarakat perlu mengetahui persoalan apa yang ditemukan, langkah perbaikan apa yang akan dilakukan, serta kapan perbaikan tersebut ditargetkan selesai.

IMC menilai pernyataan belasungkawa setelah kecelakaan saja tidak cukup. Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan konkret, terukur, dan dapat dipantau.

“Kami meminta adanya langkah nyata, transparan, dan terukur, bukan sekadar pernyataan setelah kecelakaan terjadi. Pemerintah harus menyampaikan kepada publik hasil evaluasi serta langkah perbaikan yang akan dilakukan, termasuk target waktu pelaksanaannya,” ujar Maki.

JLS merupakan salah satu jalur penting yang mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kota Cilegon. Karena itu, aspek keselamatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari fungsi jalan tersebut.

Bagi IMC, setiap kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa seharusnya menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan. Persoalannya bukan sekadar siapa yang harus disalahkan, melainkan bagaimana memastikan kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.

“Satu nyawa yang hilang terlalu mahal. Jangan biarkan Jalan Lingkar Selatan kembali memakan korban,” katanya.

IMC menegaskan mahasiswa akan terus mendorong agar keselamatan jalan menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pihak terkait.

“Mahasiswa menuntut keselamatan jalan menjadi tanggung jawab bersama dan prioritas pemerintah,” pungkas Maki.

(Alfa/Red*)