CILEGON, WILIP.ID — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon menjalin kerja sama dengan Institut Agama Islam Al-Khairiyah (INSTAL) untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik guru, khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui kerja sama tersebut, para guru mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dengan keringanan biaya kuliah.
Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi sambutan dan kesempatan yang diberikan INSTAL kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurut Bahrudin, kerja sama tersebut merupakan salah satu bentuk tanggung jawab organisasi dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan. PGRI tidak hanya berperan sebagai wadah perjuangan profesi guru, tetapi juga berupaya membuka akses pengembangan kompetensi melalui pendidikan formal.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Munji selaku rektor yang telah memberikan kesempatan kepada guru-guru kami untuk melanjutkan kuliah S2 di INSTAL, dengan fasilitas keringanan biaya dan kemudahan lainnya,” ujar Bahrudin, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, kerja sama itu diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Cilegon, terutama bagi guru PAI yang membutuhkan penguatan kompetensi akademik sesuai bidang keilmuannya.
Bahrudin menambahkan, PGRI akan terus menyosialisasikan program tersebut kepada para anggotanya. Berdasarkan pendataan awal, terdapat sekitar 40 guru yang masuk dalam daftar calon peserta. Namun, jumlah peserta yang benar-benar melakukan registrasi masih akan disesuaikan dengan proses pendaftaran.
“Jumlah yang terdata di kami sekitar 40 orang. Apakah nanti yang melakukan registrasi tetap 40 orang atau bertambah, kita lihat dalam proses berikutnya. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal dan ke depan pesertanya bisa terus bertambah,” katanya.
Ia berharap, kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan awal, tetapi dapat berlanjut secara berkesinambungan.
Sementara itu, Rektor INSTAL, H. Ahmad Munji, M.Pd., menyambut positif kerja sama dengan PGRI Kota Cilegon. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas akses pendidikan magister bagi para guru, terutama karena INSTAL memiliki program pascasarjana yang relevan dengan kebutuhan tenaga pendidik.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan MoU dengan PGRI. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Ketua PGRI Kota Cilegon yang responsif terhadap perkembangan pendidikan tinggi di daerah,” ujar Ahmad Munji.
Menurutnya, keberadaan program pascasarjana INSTAL dapat menjadi alternatif bagi guru yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan bidang keahlian yang selama ini mereka tekuni.
Melalui kerja sama tersebut, guru PAI di tingkat sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 yang linear dengan bidang Pendidikan Agama Islam.
“Kami berharap guru-guru PAI, baik di SD maupun SMP, tidak hanya memiliki gelar sarjana, tetapi juga dapat melanjutkan ke jenjang S2 yang linear dengan bidang keilmuannya. Ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendukung perkembangan pendidikan di Kota Cilegon,” jelasnya.
Ahmad Munji menegaskan, kerja sama dengan PGRI ini menjadi langkah awal yang diharapkan dapat berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Meski pelaksanaan awal menyasar sekitar 40 calon peserta, program tersebut dirancang sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan organisasi profesi guru.
Dari sisi pembiayaan, INSTAL memberikan keringanan biaya kuliah bagi peserta sesuai kebijakan yang berlaku dalam kerja sama tersebut. Ahmad Munji menjelaskan, biaya yang semula sekitar Rp4,5 juta mendapatkan potongan, sehingga peserta cukup membayar sekitar Rp2,5 juta.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi hambatan biaya bagi guru yang ingin melanjutkan studi. Dengan akses pendidikan yang lebih terjangkau, peningkatan kualifikasi akademik diharapkan tidak sekadar menjadi target administratif, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kompetensi dan mutu pembelajaran di sekolah.
Kerja sama PGRI Kota Cilegon dan INSTAL tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi dalam memperluas kesempatan belajar bagi tenaga pendidik. Keberlanjutan program, peningkatan jumlah peserta, serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran akan menjadi aspek penting dalam mengukur keberhasilan kolaborasi tersebut.
(Has/Red*)















