Pramuka Peduli Cilegon Terjun ke Lokasi Kebakaran KMP Batumandi, 12 Personel Dikerahkan

CILEGON, WILIP.ID — Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Cilegon bergerak cepat saat KMP Batumandi mengalami kebakaran di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Selasa (20/10/2026) sore. Sebanyak 12 personel diterjunkan untuk membantu proses penanganan dan evakuasi.

Belasan personel tersebut bergerak di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten. Mereka mengambil peran dalam mendukung operasi tanggap darurat, terutama untuk memastikan bantuan di lapangan dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.

Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Pramuka Peduli Kwarcab Kota Cilegon, Vidia Pandji Yudha, mengatakan personel langsung disiagakan setelah menerima informasi mengenai insiden tersebut.

“Kami langsung bergerak setelah mendapatkan informasi kejadian. Personel kami dikerahkan untuk membantu proses evakuasi sesuai arahan dan koordinasi petugas SAR di lapangan,” kata Pandji.

Selain mengerahkan personel, Pramuka Peduli juga menyiagakan satu unit ambulans dari Kelurahan Lebak Gede. Ambulans dipersiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan medis maupun kondisi darurat selama proses evakuasi berlangsung.

Menurut Pandji, keterlibatan TRC Pramuka Peduli bukan untuk mengambil alih tugas tim penyelamat, melainkan memperkuat unsur yang sudah berada di lokasi.

“Prinsip kami membantu dan memperkuat. Seluruh personel bekerja sesuai arahan petugas yang berwenang agar penanganan di lapangan tetap terkoordinasi dan tidak tumpang tindih,” ujarnya.

Insiden kebakaran kapal di perairan Merak menjadi ujian bagi kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat. Dalam kondisi darurat, kecepatan bergerak harus diikuti dengan koordinasi yang tepat, terlebih keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Cilegon, Erza Erdiansyah, menegaskan Pramuka harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, terutama dalam situasi kebencanaan dan keadaan darurat.

“Pramuka bukan hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, Pramuka harus siap turun dan mengambil peran sesuai kemampuan serta kewenangannya,” kata Erza.

Erza mengatakan keterlibatan Pramuka Peduli dalam penanganan kebakaran KMP Batumandi merupakan bagian dari komitmen Kwarcab Kota Cilegon untuk memperkuat kesiapsiagaan anggota dalam menghadapi situasi darurat.

“Kami mengapresiasi respons cepat tim Pramuka Peduli. Namun yang paling penting adalah keselamatan. Karena itu, setiap langkah di lapangan harus tetap mengikuti komando dan koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan anggota Pramuka untuk merespons situasi darurat harus terus dibangun melalui pelatihan, simulasi, serta kolaborasi dengan berbagai unsur terkait.

“Ini bukan soal siapa yang paling cepat terlihat di lapangan, tetapi bagaimana semua unsur bisa bekerja bersama menyelamatkan masyarakat. Semangatnya adalah siap sedia, peduli, dan mengabdi,” kata Erza.

Keterlibatan 12 personel Pramuka Peduli Kwarcab Kota Cilegon dalam insiden tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesiapsiagaan tidak cukup hanya dibangun saat bencana terjadi.

Personel harus siap sebelum dibutuhkan, memahami tugasnya ketika berada di lapangan, serta mampu bekerja dalam satu komando bersama unsur penyelamat lainnya.

Pramuka Peduli Kwarcab Kota Cilegon pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung operasi kemanusiaan dan kebencanaan di wilayah Kota Cilegon dan sekitarnya.

Siap Sedia, Peduli, dan Mengabdi untuk Kemanusiaan.

(Alfa/Red*)