Pesta Siaga Cilegon: Bukan Sekadar Lomba, tetapi Menanam Karakter Sejak Dini

CILEGON, WILIP.ID — Lapangan Alun-Alun Kota Cilegon tak sekadar menjadi ruang berkumpul. Senin (24/8/2026), tempat tersebut menjadi panggung bagi anak-anak Pramuka Siaga untuk belajar tentang keberanian, kedisiplinan, sportivitas, hingga arti kebersamaan melalui Pesta Siaga.

Kegiatan tersebut dibuka Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Cilegon Heni Anita Susila. Hadir pula Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Cilegon Erza Erdiansyah, jajaran pengurus Kwarcab, para ketua Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kota Cilegon, pembina, panitia, serta para peserta Pesta Siaga.

Dalam amanatnya, Heni menegaskan bahwa Pesta Siaga tidak boleh dipandang sebatas ajang bermain atau perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pendidikan karakter bagi anak-anak sejak usia dini.

“Pesta Siaga bukan hanya sekadar kegiatan bermain dan berlomba. Pesta Siaga merupakan kesempatan bagi adik-adik untuk belajar, bergembira, bekerja sama, berani, disiplin, dan saling menghargai,” ujar Heni dalam sambutannya.

Menurut dia, kemenangan bukan ukuran utama dalam kegiatan tersebut. Pengalaman, keberanian mencoba, kemampuan bekerja sama, serta sikap sportif justru menjadi nilai yang jauh lebih penting.

Karena itu, Heni mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, kejujuran, ketertiban, dan keceriaan.

“Menang atau kalah bukanlah hal yang utama. Yang paling penting adalah adik-adik dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan semangat, jujur, sportif, tertib, dan penuh keceriaan,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan pendidikan anak yang tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Karakter, keberanian, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama juga harus dibentuk sejak dini.

Melalui Pesta Siaga, nilai-nilai tersebut tidak diajarkan hanya lewat teori. Anak-anak belajar melalui permainan, perlombaan, interaksi, dan pengalaman langsung bersama teman-temannya.

Heni juga mengingatkan peserta untuk tidak takut mencoba sesuatu yang baru. Ketika menghadapi kesulitan, anak-anak didorong berani bertanya sekaligus membantu teman yang membutuhkan.

Ia menekankan pentingnya mengamalkan Dwi Satya dan Dwi Darma dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hafalan saat kegiatan kepramukaan, tetapi menjadi pedoman dalam membentuk sikap anak.

“Jadilah anak yang rajin beribadah, berbakti kepada orang tua, mencintai sesama, serta selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Di sisi lain, Heni menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan panitia yang telah bekerja mempersiapkan Pesta Siaga. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak lepas dari kerja bersama seluruh unsur Gerakan Pramuka.

Kepada para peserta, ia berpesan agar menjadikan Pesta Siaga sebagai pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna.

“Bermainlah dengan gembira. Berlombalah dengan sportif. Belajarlah dengan semangat. Dan jadilah Pramuka Siaga yang hebat, ceria, mandiri, dan berkarakter,” tegasnya.

Pesan yang dibawa dari Alun-Alun Kota Cilegon pun sederhana, tetapi mendasar: Pramuka bukan semata soal seragam, permainan, atau perlombaan. Di baliknya ada upaya menanamkan karakter—agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berani, mandiri, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab.

(Has/Red*)