PORSADIN VII, Cilegon Sabet Juara Umum Tingkat Provinsi Banten, Raih 22 Medali

CILEGON, WILIP.ID – Kontingen Kota Cilegon kembali menorehkan prestasi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyah (PORSADIN) VII tingkat Provinsi Banten. Dalam kompetisi yang berlangsung pada 1 November 2026 di Kampus La Tansa, Kabupaten Lebak, Cilegon berhasil keluar sebagai juara umum dengan raihan 22 medali.

Prestasi tersebut terdiri atas 11 medali emas, 7 medali perak, dan 4 medali perunggu. Capaian ini sekaligus memperpanjang catatan keberhasilan Kota Cilegon yang berhasil mempertahankan gelar juara umum selama empat kali berturut-turut.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Cilegon, Ahmad Januli, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras para santri, pembina, guru, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT. Kota Cilegon kembali menjadi juara umum PORSADIN tingkat Provinsi Banten. Ini merupakan juara umum keempat kali secara berturut-turut. Tentu menjadi kebanggaan sekaligus hadiah besar bagi Pemerintah Kota Cilegon,” ujar Ahmad Januli.

Sebelum berlaga di tingkat provinsi, FKDT Kota Cilegon terlebih dahulu menyelenggarakan PORSADIN VII tingkat kota pada 17 Oktober 2026. Kegiatan tersebut melibatkan MDTA dari seluruh kecamatan di Kota Cilegon dan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Cilegon.

Dalam kompetisi tingkat kota tersebut, Kecamatan Cibeber berhasil meraih predikat juara umum. Para peserta yang menunjukkan prestasi terbaik kemudian menjadi bagian dari kontingen Kota Cilegon untuk berlaga di tingkat Provinsi Banten.

PORSADIN sendiri merupakan agenda dua tahunan yang mempertemukan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga wadah untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kedisiplinan, serta kepercayaan diri para santri.

Ahmad Januli menilai, keberhasilan Cilegon mempertahankan gelar juara umum bukan sekadar persoalan jumlah medali. Lebih dari itu, capaian tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Madrasah Diniyah memiliki kontribusi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki bekal ilmu agama dan karakter.

Ia berharap prestasi di PORSADIN dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan, termasuk dalam menghadapi ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pada masa mendatang.

“Kami berharap keberhasilan ini tidak berhenti di PORSADIN. Anak-anak kita harus terus dibina agar ke depan mampu berprestasi di berbagai bidang, termasuk dalam ajang MTQ. Mudah-mudahan suatu saat Kota Cilegon juga bisa meraih juara umum MTQ,” katanya.

Menurutnya, pembinaan generasi muda melalui Madrasah Diniyah perlu mendapatkan perhatian berkelanjutan. Sebab, lembaga pendidikan keagamaan tersebut tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga menanamkan nilai akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Cilegon terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan dan pengembangan Madrasah Diniyah, baik melalui kebijakan, fasilitas, maupun program pembinaan yang berkesinambungan.

“Madrasah Diniyah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi penerus Kota Cilegon. Prestasi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat perhatian dan sinergi semua pihak terhadap pendidikan keagamaan,” pungkasnya.

Keberhasilan Cilegon mempertahankan gelar juara umum PORSADIN selama empat kali berturut-turut menjadi catatan tersendiri bagi dunia pendidikan diniyah di Kota Baja. Tantangan berikutnya adalah memastikan prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan santri secara berkelanjutan.

(Alfa/Red*)