CILEGON, WILIP.ID – Rencana penetapan KH Wasyid, tokoh sentral perjuangan Geger Cilegon 1888, sebagai Pahlawan Nasional disambut penuh rasa syukur dan kebanggaan oleh keluarga besar Al-Khairiyah serta masyarakat Banten.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, Dr. KH. Ali Mujahidin, S.HI., MM., MH., atau yang akrab disapa Haji Mumu, secara khusus mengajak seluruh masyarakat Banten untuk mendoakan KH Wasyid dan menghadiahkan bacaan Surah Al-Fatihah kepada beliau serta seluruh pahlawan bangsa.
Menurut Haji Mumu, rencana penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Wasyid merupakan kehormatan besar, bukan hanya bagi keluarga besar Al-Khairiyah, tetapi juga bagi masyarakat Banten. Pengakuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali sejarah perjuangan rakyat Banten dalam melawan kolonialisme.
“Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan yang sangat besar, khususnya bagi keluarga besar kami dan masyarakat Banten. Perjuangan KH Wasyid harus menjadi bagian penting dari ingatan sejarah bangsa,” ujar Haji Mumu, Minggu, 8 November 2026.
Ia menegaskan, perjuangan KH Wasyid bukan sekadar catatan sejarah lokal. Pengorbanan dan keberaniannya merupakan bagian dari mata rantai perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.
Karena itu, Haji Mumu berharap pengakuan negara nantinya tidak berhenti sebagai seremoni pemberian gelar. Semangat perjuangan, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan KH Wasyid harus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
“Karena wasilah keberanian dan pengorbanan para pahlawan, kita bisa menikmati kemerdekaan hari ini. Kemerdekaan merupakan rahmat Allah SWT yang harus kita syukuri dengan menjaga persatuan dan meneruskan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa,” tuturnya.
Secara khusus, ia menyampaikan permohonan kepada masyarakat Banten agar turut mengirimkan doa terbaik bagi KH Wasyid dan seluruh pahlawan bangsa.
“Jika berkenan dan tidak keberatan, kami memohon kepada seluruh masyarakat Banten untuk mengirimkan doa atau menghadiahkan Al-Fatihah kepada KH Wasyid dan seluruh pahlawan bangsa. Semoga Allah SWT membalas segala jasa, pengorbanan, dan perjuangan mereka dengan sebaik-baiknya balasan,” ungkapnya.
Haji Mumu juga mengingatkan bahwa penghormatan kepada para pahlawan tidak cukup hanya melalui upacara, pemberian gelar, maupun seremoni peringatan. Penghormatan sejati harus diwujudkan dengan menjaga persatuan, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Wujudkan perjuangan lewat karya dan kontribusi nyata. Kita memiliki kewajiban meneruskan perjuangan mereka dengan membangun Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Haji Mumu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Banten, keluarga besar para pejuang, penulis, dan peneliti sejarah yang selama ini konsisten merawat serta memperjuangkan pengakuan terhadap jasa KH Wasyid.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Cilegon, Bupati Serang, Gubernur Banten, hingga Presiden Republik Indonesia atas perhatian dan dukungan terhadap proses pengusulan KH Wasyid sebagai Pahlawan Nasional.
Apresiasi secara khusus turut disampaikan kepada Pembina Al-Khairiyah, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., atas perhatian dan dukungannya dalam memperjuangkan pengakuan terhadap jasa KH Wasyid.
Bagi Haji Mumu, jasa para pahlawan dan syuhada tidak akan pernah terhapus oleh waktu. Penetapan gelar Pahlawan Nasional diharapkan semakin memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan sejarah dan meneruskan nilai perjuangan para pendahulu.
“Selamat Hari Pahlawan. Semoga Allah SWT membalas seluruh jasa dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Tugas kita sekarang adalah menjaga warisan perjuangan mereka, merawat persatuan, dan memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
Bagi masyarakat Banten, momentum ini bukan hanya tentang sebuah gelar kehormatan, melainkan juga kesempatan untuk kembali mengenang perjuangan KH Wasyid. Doa dan Al-Fatihah menjadi ungkapan penghormatan, sementara menjaga persatuan dan meneruskan cita-cita perjuangan menjadi tanggung jawab generasi hari ini.
(Has/Red*)















