CILEGON, WILIP.ID – Pengurus Besar (PB) Al Khairiyah mulai tancap gas. Tak ingin program organisasi hanya berhenti sebagai agenda di atas kertas, kepengurusan di bawah kepemimpinan Dr. KH Ali Mujahidin, S.HI., MM., MH., langsung mematangkan 59 program kerja yang ditargetkan berjalan sepanjang 2026.
Langkah tersebut ditandai dengan rapat pleno perdana PB Al Khairiyah sebagai tindak lanjut rapat pimpinan yang digelar pada pekan sebelumnya. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pengurus sekaligus memastikan arah gerak organisasi ke depan.
Ketua Umum PB Al Khairiyah, Dr. KH Ali Mujahidin, menegaskan bahwa rapat pleno bukan sekadar forum silaturahmi. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus pengambilan keputusan terhadap agenda kerja organisasi.
“Hari ini kita melaksanakan rapat perdana sekaligus rapat pleno untuk menindaklanjuti rapat pimpinan yang baru dilaksanakan minggu kemarin. Pertama, tentu silaturahmi antarpengurus. Kedua, menetapkan usulan program yang akan dilaksanakan sebagai amanah kepengurusan,” ujar Ali Mujahidin, Kamis, 5 November 2026.
Dari pembahasan yang berlangsung sejak selepas Zuhur hingga sore hari, sebanyak 59 program kerja berhasil dimatangkan sebagai rencana pelaksanaan tahun ini.
Ali menekankan, program kerja sengaja disusun dengan pendekatan tahunan agar pelaksanaannya lebih konkret, terukur, dan mudah dievaluasi. Menurutnya, organisasi membutuhkan agenda yang dapat langsung dikerjakan, bukan sekadar rencana besar yang belum memiliki kepastian implementasi.
“Ada 59 program yang direncanakan untuk dilaksanakan tahun ini. Jadi, kita melaksanakan program per tahun. Kalau hanya membahas program lima tahunan, nanti bisa mengambang,” tegasnya.
Konsolidasi Wilayah hingga Cabang Digenjot
Tak hanya menyusun program di tingkat pusat, PB Al Khairiyah juga mulai mengarahkan perhatian pada penguatan struktur organisasi di daerah.
Konsolidasi kepengurusan, pembentukan struktur di setiap wilayah, serta penguatan koordinasi dengan cabang-cabang menjadi bagian dari agenda yang disiapkan. Masing-masing bidang juga telah menyusun program sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Ali mengatakan, seluruh agenda tersebut akan dijalankan secara paralel dan bertahap. Strategi ini diharapkan mampu mempercepat penguatan organisasi tanpa harus menunggu seluruh program selesai disusun secara keseluruhan.
“Setiap bidang sudah memiliki program masing-masing. Ada konsolidasi, pembentukan kepengurusan di setiap wilayah, serta program-program untuk cabang. Semuanya berjalan secara paralel dan bertahap,” ungkapnya.
Pengukuhan, Rakernas, dan Upgrading Disiapkan pada 2027
Selain fokus pada realisasi program tahunan, PB Al Khairiyah juga menyiapkan agenda besar organisasi pada 2027.
Tiga agenda yang masuk dalam perencanaan tersebut adalah pengukuhan kepengurusan, pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), serta upgrading untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya pengurus.
Rangkaian agenda itu menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun tata kelola organisasi yang lebih solid.
Dengan 59 program kerja yang telah dibahas, PB Al Khairiyah kini dihadapkan pada pekerjaan berikutnya: memastikan seluruh rencana benar-benar terlaksana. Sebab, ukuran keberhasilan organisasi bukan semata banyaknya program yang disusun, melainkan sejauh mana program tersebut memberi dampak nyata bagi penguatan organisasi dan masyarakat.
(Has/Red*)















