CILEGON, WILIP.ID – Golok Day Festival kembali digelar di Kota Cilegon. Tak sekadar menjadi agenda tahunan, festival yang mengangkat tradisi dan budaya khas Banten ini kini resmi masuk dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN).
Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) berkolaborasi dengan Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon menargetkan sedikitnya 7.000 peserta mengikuti Kirap Pendekar dalam perhelatan tahun ini.
Berbeda dari tahun sebelumnya, Golok Day Festival 2026 akan berlangsung selama dua hari, yakni 21-22 November. Sejumlah agenda disiapkan untuk memeriahkan festival, mulai dari pertunjukan seni budaya, atraksi pencak silat ratusan perguruan, hingga pameran senjata tradisional dan koleksi pusaka Nusantara.
Sekretaris IPSI Kota Cilegon, Faturrohman, mengatakan jumlah perguruan pencak silat aktif di Kota Cilegon saat ini mencapai 250 perguruan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor optimisme penyelenggara dalam meningkatkan jumlah peserta Kirap Pendekar.
“Kirap tahun ini melibatkan perwakilan pendekar dari delapan kecamatan se-Kota Cilegon, ketua-ketua IPSI se-Provinsi Banten, hingga praktisi dan pelestari golok tingkat nasional. Pesertanya mulai dari regenerasi pesilat muda sekitar 30 persen hingga para pendekar senior,” kata Faturrohman.
Menurutnya, Kirap Pendekar bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan para pesilat, tetapi juga ruang untuk memperkuat eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga lintas generasi.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menegaskan Golok Day Festival tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pihaknya menyiapkan lebih dari 50 pelaku UMKM lokal untuk mengisi area Alun-Alun Kota Cilegon selama festival berlangsung.
“Tahun ini kami bekerja sama untuk melakukan pendataan pengunjung dan perputaran transaksi UMKM secara lebih terukur, termasuk memanfaatkan teknologi sistem pemindaian barcode digital. Golok Day bukan sekadar pelestarian tradisi, tetapi sudah menjadi destinasi wisata budaya unggulan yang terbukti menarik kunjungan wisatawan lintas provinsi hingga mancanegara,” ujar Heni.
Tak hanya menghadirkan parade pendekar, festival ini juga akan menyuguhkan pameran puluhan jenis senjata tradisional dan koleksi golok dari berbagai daerah di Nusantara.
Sejumlah koleksi yang akan ditampilkan di antaranya Golok Jawa, Golok Ciomas, Kujang, Keris, hingga Rencong. Berbagai senjata tradisional tersebut akan dihadirkan langsung oleh para pengrajin dari sejumlah daerah serta museum budaya.
Penyelenggaraan Golok Day Festival 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai kementerian, Dinas Pariwisata Provinsi Banten, serta sejumlah figur publik dan seniman nasional.
Beberapa nama yang dijadwalkan turut meramaikan kegiatan tersebut antara lain Kang Yayan, Aziz Gagap, Opick, Sule Prikitiw, hingga pendekar dari Belanda.
Masuknya Golok Day Festival dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara menjadi momentum penting bagi Kota Cilegon untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke panggung yang lebih luas.
Dengan target ribuan pendekar, keterlibatan pelaku UMKM, serta kehadiran seniman dan praktisi budaya dari dalam maupun luar negeri, Golok Day Festival diharapkan tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga penggerak pariwisata dan ekonomi daerah.
(Alfa/Red*)















