Universitas Al-Khairiyah Apresiasi Pemerintah, KH Wasyid Segera Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

CILEGON, WILIP.ID – Rencana penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Wasyid pada 10 November 2026 mendatang mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi. Universitas Al-Khairiyah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas rencana pemberian penghargaan tertinggi negara tersebut kepada tokoh perjuangan rakyat Banten.

Bagi masyarakat Banten, khususnya keluarga besar Al-Khairiyah, KH Wasyid bukan sekadar nama dalam lembaran sejarah. Ia merupakan simbol keberanian ulama, perlawanan rakyat terhadap kolonialisme, sekaligus representasi perjuangan mempertahankan martabat dan kehormatan bangsa.

Rektor Universitas Al-Khairiyah, Ahmad Munji, menilai rencana penganugerahan tersebut menjadi momentum penting bagi pengakuan negara terhadap jasa para ulama dan pejuang daerah yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Menurutnya, perjuangan KH Wasyid dalam peristiwa Geger Cilegon 1888 merupakan bagian penting dari sejarah perlawanan rakyat Banten terhadap ketidakadilan dan penindasan kolonial Belanda.

“Pengakuan terhadap KH Wasyid sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya penghormatan terhadap seorang tokoh sejarah, tetapi juga penghormatan terhadap perjuangan ulama, santri, dan rakyat Banten dalam memperjuangkan martabat, keadilan, dan kemerdekaan bangsa,” ujar Ahmad Munji, Minggu (8/11/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian dan komitmennya dalam mengangkat tokoh-tokoh perjuangan daerah menjadi bagian penting dari sejarah nasional.

Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Pengakuan Sejarah

Bagi Universitas Al-Khairiyah, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Wasyid memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan seremoni penghargaan kenegaraan.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya lahir dari medan peperangan dan pergerakan politik, tetapi juga dari pesantren, surau, dan gerakan ulama yang membangun kesadaran perlawanan terhadap penjajahan.

Dalam konteks Geger Cilegon 1888, KH Wasyid menjadi salah satu figur penting yang merepresentasikan keberanian masyarakat Banten menghadapi kekuasaan kolonial. Perjuangannya memperlihatkan bagaimana nilai keagamaan, keberanian moral, dan kesadaran kolektif rakyat dapat menjadi kekuatan dalam melawan ketidakadilan.

Karena itu, pengakuan negara terhadap KH Wasyid sekaligus menjadi pengakuan atas kontribusi sejarah masyarakat Banten dalam perjalanan panjang perjuangan bangsa.

Universitas Al-Khairiyah Dorong Literasi Sejarah

Sebagai perguruan tinggi yang tumbuh dari tradisi pendidikan Islam dan perjuangan Al-Khairiyah, Universitas Al-Khairiyah menilai memiliki tanggung jawab moral sekaligus akademis untuk menjaga warisan sejarah tersebut.

Tidak cukup hanya merayakan gelar kepahlawanan, sejarah perjuangan KH Wasyid juga harus terus dikaji, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Universitas Al-Khairiyah berharap momentum ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan literasi sejarah lokal, pengembangan penelitian tentang perjuangan ulama, serta integrasi nilai-nilai kepahlawanan dalam dunia pendidikan tinggi.

Nilai keberanian, integritas, nasionalisme, pengabdian, dan tanggung jawab kebangsaan yang tercermin dalam perjuangan KH Wasyid dinilai relevan untuk menjawab tantangan generasi muda saat ini.

Ahmad Munji mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari ulama, akademisi, mahasiswa, hingga generasi muda, untuk menjadikan perjuangan KH Wasyid sebagai sumber inspirasi dalam mengisi kemerdekaan.

Menurutnya, penghormatan terhadap pahlawan tidak boleh berhenti pada pemberian gelar atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, semangat perjuangan mereka harus diwujudkan melalui pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” demikian semangat yang ingin ditegaskan Universitas Al-Khairiyah.

Rencana penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Wasyid pun diharapkan menjadi momentum bersejarah bagi Banten. Sebuah pengakuan bahwa perjuangan dari daerah memiliki tempat penting dalam sejarah besar Indonesia.

(Has/Red*)