CILEGON, WILIP.ID – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Cilegon terus berupaya menyiapkan masa depan peserta didiknya agar siap menghadapi dunia kerja dan pendidikan lanjutan. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan edukatif ke Kampus Politeknik Industri Petrokimia Banten serta Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Selasa, 27 Januari 2026.
Kepala MAN 2 Kota Cilegon, Mamad, mengatakan kunjungan tersebut diikuti puluhan siswa kelas XII sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai dunia pendidikan vokasi dan industri, sekaligus memotivasi siswa dalam menentukan langkah setelah lulus madrasah.
“Hari ini kami mengajak siswa kelas XII untuk melihat langsung kampus vokasi berbasis industri. Harapannya, mereka punya gambaran konkret tentang pilihan pendidikan lanjutan maupun dunia kerja,” ujar Mamad.
Menurutnya, Kampus Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB) merupakan salah satu institusi pendidikan vokasi yang relevan dengan karakter wilayah Cilegon sebagai kawasan industri. Meski tergolong baru berdiri sekitar empat tahun, Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB) dinilai mampu menunjukkan performa yang cukup meyakinkan.
“Alhamdulillah, walaupun masih muda, Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB) sudah berkembang pesat. Informasi yang kami terima, lulusannya bahkan terserap 100 persen di berbagai perusahaan nasional. Ini tentu menjadi motivasi besar bagi siswa kami,” ungkapnya.
Mamad menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki prospek cerah, khususnya bagi generasi muda di daerah industri. Karena itu, MAN 2 Cilegon sengaja membuka ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengenal jalur pendidikan non-konvensional selain universitas akademik.
Tak hanya berhenti di kunjungan kampus, rombongan MAN 2 Cilegon juga melanjutkan agenda ke BBPVP Serang yang berada di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan. Kunjungan ini ditujukan bagi siswa yang ingin langsung bekerja atau belum berencana melanjutkan kuliah.
“Kami ingin memastikan tidak ada siswa yang kehilangan arah setelah lulus. Bagi yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, pelatihan vokasi menjadi solusi agar tetap memiliki keterampilan dan daya saing,” jelas Mamad.
Ia berharap rangkaian kunjungan ini dapat membuka wawasan siswa tentang berbagai pilihan masa depan, baik melalui pendidikan tinggi vokasi maupun pelatihan kerja berbasis kompetensi.
Senada dengan itu, Sekretaris Komite MAN 2 Kota Cilegon, Rahmatullah AS, mengapresiasi langkah sekolah yang dinilainya visioner dan berpihak pada masa depan siswa. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar nyata sekolah dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing.
“Kegiatan hari ini orientasinya jelas, untuk masa depan anak-anak kami. Kami sebagai wali murid tentu sangat mengapresiasi langkah kepala madrasah dan seluruh dewan guru,” ujar Rahmatullah.
Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama kunjungan adalah mengenalkan pendidikan vokasi yang link and match dengan kebutuhan industri. Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB), misalnya, dinilai memiliki keunggulan dalam menyiapkan lulusan siap kerja di kawasan industri Cilegon dan sekitarnya.
“Mahasiswa di politeknik ini dipersiapkan langsung untuk masuk dunia industri. Ini peluang besar bagi anak-anak kami yang ingin kuliah sambil menyiapkan masa depan kerja,” katanya.
Rahmatullah juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kampus yang telah menerima dan memberikan sosialisasi kepada siswa MAN 2 Cilegon. Ia berharap ke depan terjalin kemitraan berkelanjutan antara sekolah dengan perguruan tinggi vokasi dan lembaga pelatihan kerja.
“Sekitar 95 persen lulusan MAN 2 Cilegon melanjutkan kuliah, termasuk ke perguruan tinggi negeri. Kami berharap sebagian dari mereka bisa diterima di politeknik vokasi berbasis industri seperti PIPB,” ujarnya.
Sementara itu, bagi lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi, Rahmatullah menilai BBPVP Serang menjadi alternatif strategis untuk membekali siswa dengan keterampilan kerja.
“Industri selalu menanyakan pengalaman dan keahlian. Melalui pelatihan di balai ini, setidaknya anak-anak kami punya modal sebelum terjun ke dunia kerja,” pungkasnya.
Direktur Politeknik Industri Petrokimia Banten, Supardi, S.Pd., M.Pd., menyambut positif kunjungan MAN 2 Kota Cilegon. Ia menyebut kehadiran para siswa sebagai bentuk kepercayaan dunia pendidikan menengah terhadap pendidikan vokasi berbasis industri.
“Kami merasa terhormat menerima kunjungan MAN 2 Cilegon. Ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah mulai melihat politeknik sebagai pilihan studi lanjutan yang menjanjikan,” ujarnya.
Supardi menjelaskan, seluruh proses pendidikan di PIPB dirancang sesuai kebutuhan industri, mulai dari seleksi mahasiswa, kurikulum, hingga kuota penerimaan.
“Tahun ini kami menyiapkan sekitar 150 kuota mahasiswa baru. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan mitra industri,” jelasnya.
Selain kesiapan akademik, mahasiswa juga dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental karena proses pembelajaran didominasi praktik lapangan dan laboratorium.
Di sisi lain, perwakilan BBPVP Serang, Auta Rahman, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mengenalkan jalur pelatihan vokasi sebagai alternatif persiapan kerja bagi lulusan sekolah menengah.
“BBPVP Serang menyediakan berbagai program pelatihan, mulai dari jangka pendek hingga program teknisi satu tahun. Semua disesuaikan dengan kebutuhan industri,” kata Auta.
Ia menambahkan, BBPVP Serang telah menjalin kerja sama dengan Forum Komunikasi Industri yang melibatkan HRD berbagai perusahaan di wilayah Cilegon, Serang, hingga Tangerang, sehingga peserta pelatihan memiliki akses langsung ke peluang kerja.
Melalui kunjungan ini, MAN 2 Kota Cilegon berharap para siswa semakin terbuka wawasannya bahwa masa depan dapat diraih melalui berbagai jalur, baik pendidikan tinggi vokasi maupun pelatihan kerja, sebagai bekal memasuki dunia industri yang kompetitif.
(Pis/Red*)















