CILEGON, WILIP.ID – Rangkaian kegiatan Aksi Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran (KBL) 2026 resmi ditutup pada Kamis, 19 Maret 2026. Penutupan dilakukan oleh Wakil Ketua Bidang Abdimasgana Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Cilegon, Suhendi, mewakili Ketua Kwarcab Kota Cilegon Erza Erdiansyah, usai empat hari pelaksanaan yang dipusatkan di Terminal Terpadu Merak (TTM).
Sejak digelar pada 16 hingga 19 Maret 2026, kegiatan ini menjadi salah satu wajah nyata kehadiran Pramuka di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum arus mudik Lebaran yang selalu dipadati aktivitas warga.
Suhendi menegaskan, KBL bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari pengabdian nyata Gerakan Pramuka dalam membangun kepedulian sosial.
“Ini adalah bentuk nyata pengabdian Pramuka kepada masyarakat. Kami hadir tidak hanya sebagai simbol, tetapi benar-benar turun langsung membantu, memberikan informasi, hingga aksi sosial di lapangan,” ujarnya.
Selama pelaksanaan, kegiatan KBL 2026 diisi dengan beragam aksi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari layanan informasi bagi pemudik di kawasan Terminal Terpadu Merak, aksi fisik berupa bantuan di lapangan, hingga kegiatan sosial yang mengedepankan empati dan solidaritas.
Di tengah padatnya arus pergerakan manusia menuju kampung halaman, kehadiran Pramuka menjadi oase tersendiri. Mereka tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.
Lebih jauh, Suhendi menekankan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter anggota Pramuka. KBL menjadi ruang pembelajaran langsung tentang arti kepedulian, keikhlasan, dan kerja sama.
“Kami ingin menanamkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan jiwa sosial kepada seluruh anggota. Ini bukan hanya tentang kegiatan, tapi tentang bagaimana Pramuka membentuk manusia yang peduli terhadap sesama,” tambahnya.
Semangat itu terasa kuat selama kegiatan berlangsung. Para anggota Pramuka dari berbagai tingkatan terlihat aktif, sigap, dan penuh dedikasi dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.
Penutupan KBL 2026 pun bukan menjadi akhir, melainkan penegasan bahwa peran Pramuka akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam momentum-momentum penting yang membutuhkan kepedulian bersama.
Dari Terminal Terpadu Merak, Pramuka Cilegon menunjukkan bahwa pengabdian bukan sekadar slogan—melainkan aksi nyata yang hidup, bergerak, dan memberi makna.
(Has/Red*)















