CILEGON, WILIP.ID – Ramadan 1447 Hijriah tidak hanya menjadi bulan ibadah ritual, tetapi juga momentum investasi peradaban. Di sudut utara Kota Cilegon, tepatnya di Karangtengah, Ikatan Alumni Al-Khairiyah Karangtengah (IKAMAH) bersama Pesantren Banu Al-Qomar (Albaqo) menyiapkan satu ikhtiar besar: Diklat Dakwah Albaqo–IKAMAH 2026.
Program ini akan kick off pada hari ketiga Ramadan dengan ngaji pasaran Kitab Miftahul Khoriyah karya KH Muktillah, yang berlangsung hingga hari ke-25 Ramadan. Setelah itu, dilanjutkan dengan Diklat Dakwah intensif pada 25–27 Februari 2026, lalu dipertegas dengan praktik lapangan melalui program Tarawih Kunjungan (Tarjung) pada 5–13 Maret 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Pesantren Banu Al-Qomar, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses mencetak kader dakwah yang paham agama sekaligus membaca realitas sosial,” tegas Dr Nurdin Sibaweh, Koordinator Presidium IKAMAH, dalam keterangannya, Jumat (14/2/2026).
Yang membedakan Diklat Dakwah Albaqo–IKAMAH dengan pelatihan sejenis adalah pendekatan lapangannya. Para santri dan pelajar tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi langsung diterjunkan ke 20 masjid di berbagai wilayah Cilegon.
Mereka akan mengisi khutbah, ceramah, hingga dialog keumatan, membawa gagasan yang baru mereka pelajari ke tengah masyarakat.
“Dakwah hari ini tidak cukup hanya benar, tetapi harus relevan. Santri perlu tahu bagaimana berbicara dengan buruh, dengan pelajar, dengan masyarakat urban. Itu yang kami siapkan,” ujar Nurdin.
Diklat ini akan menghadirkan para kiai, ustadz, akademisi, praktisi media, hingga unsur industri. Kombinasi ini sengaja dirancang agar calon da’i tidak hanya piawai di mimbar, tetapi juga cerdas membaca konteks zaman.
“Dakwah hari ini tidak bisa lepas dari media, industri, dan dinamika sosial. Karena itu, kami ingin peserta mendapat perspektif yang utuh,” kata Ustadz Ahyani, Ketua Panitia Diklat Dakwah.
Bagi KH Muktillah, Ketua Yayasan Albaqo dan penulis kitab yang dikaji dalam ngaji pasaran, Diklat Dakwah ini bukan sekadar agenda organisasi.
“Ini adalah ruang sunyi tempat niat diluruskan dan jiwa ditempa. Di sini para calon da’i belajar bukan hanya berbicara, tetapi merasakan. Bukan hanya menyampaikan, tetapi menghidupkan pesan,” tuturnya.
Ia menegaskan, dakwah yang sejati bukan lahir dari kepiawaian retorika semata, tetapi dari kejujuran jiwa dan keluasan pandangan.
“Dari satu da’i yang tercerahkan, lahir keluarga yang tercerahkan. Dari keluarga yang tercerahkan, lahir masyarakat yang teduh. Dan dari masyarakat yang teduh, tumbuh peradaban yang berakhlak,” ujar KH Muktillah.
Diklat Dakwah Albaqo–IKAMAH 2026 akan ditutup dengan peringatan Nuzulul Quran di salah satu masjid di Cilegon, sekaligus buka puasa bersama keluarga besar Al-Khairiyah Karangtengah—dari santri, guru, kiai, hingga para alumni.
Lebih dari sekadar agenda Ramadan, kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang bagi wajah dakwah dan masa depan umat di Cilegon. Dari pesantren di Pabean, IKAMAH dan Albaqo sedang menyiapkan generasi da’i yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga matang secara sosial.
Dan dari ruang-ruang kecil itulah, cahaya perubahan mulai dinyalakan.
(Pis/Red*)















