CILEGON, WILIP.ID – Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Alawi Mahmud, mengapresiasi kepedulian Pelindo Regional 2 Cabang Banten terhadap masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Banten. Apresiasi tersebut disampaikan Alawi pada Kamis (8/1/2026).
Menurut Alawi, Pelindo Regional 2 Cabang Banten melalui Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau program Pelindo Peduli telah menunjukkan komitmen sosialnya dengan menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana.
“Pelindo melalui TJSL menyalurkan bantuan paket sembako untuk masyarakat yang terdampak banjir. Kami dari APBMI sebagai mitra kerja juga dilibatkan langsung dalam proses pendistribusian bantuan tersebut,” ujar Alawi Mahmud.
Ia menjelaskan, APBMI bersama Pelindo menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah titik terdampak, mulai dari wilayah Ciwandan di Kota Cilegon hingga beberapa daerah di Kabupaten Serang. Bantuan disalurkan langsung ke lokasi bencana agar dapat segera diterima oleh warga yang membutuhkan.
Paket bantuan yang diberikan berisi kebutuhan pokok, seperti beras, mi instan, dan tepung terigu. Seluruh logistik dikemas dalam dus sehingga praktis dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Alawi menegaskan, peran Pelindo sebagai badan usaha milik negara (BUMN) tidak hanya terbatas pada aktivitas bisnis dan layanan kepelabuhanan, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Pelindo tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial yang nyata. Ini patut diapresiasi,” katanya.
Ia pun menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pelindo Regional 2 Cabang Banten atas kepekaan dan respons cepat terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya warga di wilayah Cilegon dan Serang yang terdampak banjir.
“Tidak ada tujuan lain dari kegiatan ini selain berbagi dan membantu meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami musibah,” tuturnya.
Dalam proses pendistribusian, bantuan diserahkan langsung kepada warga terdampak dengan pendampingan ketua RT setempat. Skema ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
(Pis/Red*)















