SERANG, WILIP.ID – Usai menghadiri rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Serang, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan sejumlah isu strategis yang tengah menjadi perhatian pemerintah daerah.
Dalam konferensi pers yang digelar di halaman DPRD Kabupaten Serang, Selasa (27/5/2025), Zakiyah menyoroti kekosongan jabatan di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), kelanjutan proyek masjid terapung, serta persoalan pengelolaan sampah yang belum tuntas.
Asesmen untuk Pengisian Jabatan Kosong
Bupati Zakiyah mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera melakukan konsolidasi bersama seluruh kepala OPD terkait pengisian jabatan yang kosong.
“Kami akan melakukan asesmen untuk menentukan pejabat yang tepat. Proses ini penting agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Masjid Terapung Masih Terkendala Pendanaan
Terkait kelanjutan proyek masjid terapung yang sempat menjadi perhatian publik, Ratu mengakui bahwa pendanaan menjadi kendala utama. Pemerintah Kabupaten Serang akan melakukan kajian ulang terhadap desain dan pembiayaan proyek tersebut.
“Kami akan berbicara dengan OPD terkait, meninjau kembali bentuk bangunannya, apakah akan sama dengan konsep sebelumnya atau tidak. Kami juga akan meminta masukan dari pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),” kata Ratu.
Ia menambahkan, masjid terapung itu nantinya akan menjadi ikon wisata religi di Kabupaten Serang.
Pembentukan Satgas Pengelolaan Sampah
Masalah sampah juga menjadi perhatian serius. Ratu menegaskan pentingnya strategi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Pemkab akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membentuk satuan tugas (satgas) pengelolaan sampah.
“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibuang di satu tempat. Harus ada pengelolaan menyeluruh, mulai dari sumbernya hingga proses akhir,” tegasnya.
Tindak Lanjut Kondisi SDN Inpres Cikeusal
Menanggapi pertanyaan terkait kondisi SDN Inpres Cikeusal, Ratu menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Saya akan pelajari lebih lanjut karena saat ini saya belum mengetahui kondisi pastinya,” ucapnya.
Rangkaian isu tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Serang tengah menghadapi sejumlah tantangan penting yang membutuhkan langkah konkret dan kolaboratif.
Redaksi | Wilip.id















