Cilegon Cetak SDM Tangguh: Pelatihan Deteksi Gas Berbahaya Jadi Langkah Nyata

 

CILEGON, WILIP.ID – Pemerintah Kota Cilegon kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun SDM unggul di sektor industri. Bertempat di Disnaker Kota Cilegon, Selasa (3/6/2025), digelar pelatihan “Authorized Gas Tester serta Pemasangan dan Pemeliharaan Gas Detector”, sebuah program penguatan kapasitas tenaga kerja lokal yang menjadi bagian dari 100 hari kerja Wali Kota Cilegon.

Acara pembukaan dihadiri oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Cilegon Panca, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Sabri Mahyudin, para pimpinan 13 perusahaan industri strategis, perwakilan masyarakat, serta tamu kehormatan dari Korea Selatan, Mr. Seungwon Oh, Director of Asia Pacific dari Gastron Korea.

Direktur PT Surya Segara Hana, Suryadinata, selaku penyelenggara, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Menariknya, program ini tidak menggunakan dana APBD sepeser pun.

“Inilah bukti bahwa ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bersatu, kita bisa menghasilkan program berkualitas tanpa harus bergantung pada anggaran negara,” ujar Suryadinata.

Antusiasme Masyarakat Tinggi, Seleksi Ketat

Tak kurang dari 1.700 orang mendaftar dalam pelatihan ini. Namun, hanya 40 peserta terbaik yang berhasil lolos seleksi ketat untuk mengikuti batch pertama.

Menurut Suryadinata, tingginya minat peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan kerja di industri, khususnya dalam mendeteksi ancaman gas berbahaya yang sering kali tak terdeteksi secara kasatmata.

“Gas berbahaya itu tidak berbau, tidak terasa, dan tak terlihat. Maka pelatihan ini bukan sekadar program, tapi kebutuhan mutlak dalam menjamin keselamatan kerja,” tegasnya.

Peran Vital Authorized Gas Tester

Dalam dunia industri, Authorized Gas Tester (AGT) memiliki tanggung jawab penting. Mereka ditugaskan untuk menguji atmosfer kerja, mendeteksi gas beracun, serta menentukan apakah suatu area aman untuk aktivitas operasional.

Selain itu, pelatihan ini juga mencakup aspek teknis pemasangan dan perawatan gas detector — perangkat yang bekerja secara diam-diam namun vital dalam mendeteksi kebocoran gas sebelum menjadi ancaman nyata.

“Detektor gas adalah penyelamat senyap. Dialah benteng pertama dalam menjaga keselamatan para pekerja,” kata Suryadinata.

Dukung Industri, Bangun Masa Depan

Pelatihan ini juga membuka ruang kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat. Melalui peningkatan kualitas SDM lokal, perusahaan-perusahaan diharapkan mulai memperluas serapan tenaga kerja dari hasil pelatihan ini.

Dalam kesempatan yang sama, Suryadinata menyampaikan apresiasi kepada 13 perusahaan yang aktif mendukung program ini, di antaranya Chandra Asri, Posco, Lotte Chemical, dan Krakatau Steel.

“Keselamatan kerja dan pemberdayaan masyarakat bukan lagi slogan, tapi telah menjadi komitmen yang dijalankan bersama,” ujarnya.

Teknologi Terbaik Dunia Hadir di Cilegon

Untuk memastikan pelatihan berjalan dengan standar tertinggi, dua perusahaan produsen gas detector kelas dunia turut dilibatkan: Industrial Scientific dari Amerika Serikat dan Gastron dari Korea Selatan.

Kehadiran Mr. Seungwon Oh dari Gastron pun menjadi penanda eratnya hubungan kerja sama antara Cilegon dan mitra internasional.

“Dukungan dari Gastron menunjukkan bahwa Cilegon tak hanya siap bersaing di tingkat nasional, tapi juga regional,” kata Suryadinata.

Dalam sambutan khusus berbahasa Inggris, ia menyampaikan harapan agar Cilegon dapat menjadi pusat pengetahuan gas berbahaya dan teknologi deteksi gas di Asia Tenggara.

Harapan dan Pesan untuk Peserta

Suryadinata berpesan kepada para peserta pelatihan untuk bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu dan keterampilan.

“Satu tindakan preventif yang Anda lakukan kelak, bisa menyelamatkan puluhan bahkan ratusan nyawa,” ucapnya.

Ia juga menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus mendukung pengembangan SDM lokal dan membangun budaya keselamatan kerja yang kuat di tengah pesatnya perkembangan industri Kota Cilegon.

(Elisa/Red)