Dari Cilegon untuk Dunia: Rp130 Juta Bantuan Kemanusiaan Diserahkan ke BAZNAS

CILEGON, WILIP.ID — Dari ruang-ruang masjid hingga gelanggang kemanusiaan global, solidaritas warga Kecamatan Cilegon menjelma menjadi aksi nyata. Sebanyak Rp130 juta hasil penggalangan jamaah dan masyarakat resmi diserahkan kepada BAZNAS Kota Cilegon, Kamis (5/2/2026), di Aula Kantor BAZNAS Kota Cilegon, Metro Jombang.

Dana tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Drs. H. Fajri Ali, MM, bersama jajaran pimpinan. Momentum ini menegaskan bahwa ketika umat, masjid, dan negara bergerak dalam satu irama, kekuatan kemanusiaan bisa melampaui batas-batas wilayah.

Dari total dana yang terkumpul, Rp100 juta dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan Palestina, sementara Rp30 juta diperuntukkan bagi penanganan bencana kemanusiaan di Sumatera. Khusus bantuan Palestina, penyaluran akan dikoordinasikan melalui BAZNAS RI agar tepat sasaran dan sesuai standar kemanusiaan internasional.

Donasi ini lahir dari kolaborasi luas lintas institusi: Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Cilegon, Forkopimcam, MUI, jaringan pesantren melalui BKPAKSI, kalangan cendekiawan ICMI, hingga BKPRMI. Semua elemen itu bersatu, digerakkan oleh satu spirit: dari jamaah, untuk kemanusiaan.

“Ini bukan sekadar angka, tapi potret hidupnya solidaritas di Cilegon. Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tapi juga pusat empati dan aksi sosial,” ujar salah satu penggerak kegiatan.

Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Fajri Ali, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen Kecamatan Cilegon yang telah mempercayakan amanah besar ini kepada BAZNAS.

“Ini bukan sekadar serah terima donasi. Ini bukti bahwa umat, masjid, dan negara bisa berjalan beriringan untuk kemanusiaan. Kami di BAZNAS siap mengawal amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” tegas Fajri Ali.

Ia menegaskan, BAZNAS bukan hanya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, tetapi mengelolanya secara profesional untuk menjawab persoalan sosial nyata. Mulai dari penanganan banjir dan longsor, program rumah tidak layak huni (Rutilahu), beasiswa pendidikan, bantuan sembako untuk dhuafa dan yatim, hingga tunjangan hidup bagi lansia terlantar—semuanya menjadi bagian dari kerja nyata zakat.

Ketua DMI Kecamatan Cilegon, Dr. Agus Hasan Setiawan, menegaskan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS pada 2026 ini bukan agenda sesaat, melainkan fondasi kemitraan jangka panjang.

“Masjid harus hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi sebagai pusat penguatan umat dan kemanusiaan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar kepercayaan publik terus tumbuh,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Camat Cilegon Maman Herman. Ia menilai, ketika masjid dikelola secara profesional, dampaknya tidak hanya spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi.

“Kalau masjid hidup, lingkungannya ikut tumbuh. Di situlah zakat, infak, dan sedekah menemukan maknanya,” kata Maman.

Lurah Ketileng Hilman Setiaji (Uze) mengungkapkan bahwa seluruh dana untuk Palestina akan segera ditransfer ke rekening BAZNAS sebagai bagian dari mekanisme resmi. Rencananya, penyerahan ke BAZNAS RI akan dilakukan pada Selasa, 10 Februari 2026, dengan keberangkatan dari Kantor Kecamatan Cilegon pukul 07.00 WIB.

Rombongan akan menggunakan kendaraan bantuan DPRD Kota Cilegon dan mengenakan batik DMI—simbol bahwa gerakan ini bukan sporadis, melainkan terorganisir dan bermartabat.

Uze menegaskan, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Wali Kota Cilegon Robinsar dalam mewujudkan Cilegon Juare—Jujur, Amanah, dan Religius. Kolaborasi dengan BAZNAS, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menjalankan instruksi Wali Kota untuk memperkuat sinergi lintas lembaga, khususnya dalam bidang kesejahteraan sosial dan kemanusiaan, sebagai penopang utama program-program populis Pemerintah Kota Cilegon.

Di tengah dunia yang terus dilanda krisis kemanusiaan, Cilegon mengirim satu pesan sederhana namun kuat: solidaritas masih hidup, dan masjid tetap menjadi jantung peradaban.

Dari jamaah kecil di sudut kota industri, bantuan itu kini bergerak menuju Palestina dan Sumatera—membuktikan bahwa zakat dan sedekah, jika dikelola secara profesional, mampu menembus batas dan mengubah nasib.

 

(Has/Red*)