Di Balik Berkas Kantor, Silvi Menemukan Bahagia Lewat Masak

CILEGON, WILIP.ID — Setiap pagi, sebelum mengenakan seragam kerjanya, Silvi Mulyani membuka pintu kulkas di rumah. Matanya menyapu rak-rak berisi bumbu dapur: lengkuas, daun jeruk, cabai kering. Aroma rempah yang samar seolah memanggilnya untuk sejenak melupakan daftar pekerjaan yang sudah menunggu di kantor.

Silvi, perencana di Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Cilegon, punya cara unik menghalau penat usai berkutat dengan tumpukan berkas dan agenda rapat: memasak. “Kalau sudah di dapur, rasanya lelah hilang,” ujar Silvi saat ditemui di kantornya, Rabu, 7 Mei 2025.

Di antara ragam menu Nusantara, rendang jadi masakan favorit yang kerap ia eksekusi. Bagi Silvi, memasak rendang bukan sekadar soal cita rasa. Ada kesabaran yang terasah, ketelitian yang terlatih, dan cinta yang diam-diam tumbuh di tiap adukan bumbu. Memasak, baginya, adalah meditasi.

Tapi bukan hanya rendang yang merebut hatinya. Silvi punya satu makanan kesukaan lain yang kerap membuat orang mengernyit: semur jengkol. “Banyak yang menghindari baunya, tapi saya justru suka,” katanya sambil tersenyum. Sepiring semur jengkol hangat tak hanya memanjakan lidahnya, tapi juga membangkitkan kenangan akan masa kecil, ketika sang ibu memasak hidangan itu di rumah.

Di balik meja kerjanya yang selalu penuh dokumen, Silvi dikenal sebagai pegawai cekatan. Ia nyaris tak pernah absen dari rapat-rapat penting, membuat laporan, atau merumuskan rencana pembangunan. Namun di balik kesibukan itu, ada satu agenda pribadi yang tak pernah ia lewatkan: pulang cepat untuk kembali ke dapur.

Bagi Silvi, memasak bukan hanya urusan perut. Di sanalah ia menemukan jeda dari rutinitas, menumpahkan kreativitas, dan mencicipi kebahagiaan sederhana yang tak tertulis di agenda kerjanya.

(Red*)