Dr. Mochamad Fahru Komarudin: Merawat Ilmu, Menggerakkan Politik Akar Rumput Citangkil Bersama Partai Gelora

CILEGON, WILIP.ID – Tidak semua pemimpin lahir dari ruang kekuasaan. Sebagian tumbuh perlahan, ditempa oleh pendidikan, pengalaman sosial, dan kesediaan untuk terus belajar. Dr. Mochamad Fahru Komarudin, SE., M.Ak., Ketua DPC Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Kecamatan Citangkil, adalah salah satunya.

Berangkat dari keluarga pendidik, Fahru tumbuh dengan nilai disiplin dan ketekunan. Lingkungan sekolah menjadi ruang awal pembentukan karakternya. Pendidikan formalnya dimulai di TK YPWKS 2 Cilegon, berlanjut ke SD YPWKS 1, hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Samaraya 1 pascakrisis moneter 1998. Perjalanan itu membentuk daya tahan sekaligus kepekaan sosial sejak dini.

Jenjang menengah ditempuh di SMPN 4 Cilegon—tempat sang ayah mengabdi sebagai guru PNS—lalu dilanjutkan ke SMAN 1 Anyer. Di fase inilah Fahru mulai menanamkan mimpi besar: pendidikan tinggi sebagai jalan pengabdian.

Melalui jalur SNMPTN, Fahru diterima di Jurusan Akuntansi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Ia lulus pada 2011, lalu merasakan langsung dunia profesional dengan bekerja di Bank Mandiri dan PT Nippon Shokubai Indonesia. Namun baginya, dunia kerja bukan titik akhir. Hasrat memperdalam keilmuan justru semakin menguat.

Keputusan melanjutkan studi S2 di Universitas Mercu Buana Jakarta pada 2013 menjadi babak penting. Perjalanan pulang-pergi Cilegon–Jakarta beberapa kali dalam sepekan ia jalani dengan disiplin tinggi. Gelar Magister Akuntansi (M.Ak) diraihnya pada 2015. Tak berhenti di sana, Fahru kembali ke kampus untuk menuntaskan Program Doktor Ilmu Akuntansi di Untirta. Sidang terbuka pada 7 Oktober 2025 dan wisuda 30 November 2025 menjadi penanda komitmennya pada ilmu pengetahuan.

Di luar ruang akademik, Fahru dikenal aktif berorganisasi. Sejak mahasiswa, ia terlibat dalam HMJ Akuntansi, BEM Fakultas Ekonomi, hingga Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), bahkan dipercaya sebagai Ketua Duta Besar IMC Untirta. Aktivisme itu berlanjut di Pemuda Pancasila dan Karang Taruna Warnasari, membentuk jejaring sosial yang kuat hingga tingkat akar rumput.

Keterlibatan sosial tersebut mengantarkan Fahru ke Partai Gelora. Konsistensi, kerja nyata, dan kedekatannya dengan masyarakat membuat ia dipercaya memimpin DPC Gelora Kecamatan Citangkil. Bagi Fahru, politik bukan sekadar kontestasi, melainkan ruang kerja kolektif yang menuntut kehadiran langsung.

“Mengikuti kerja bakti, rapat lingkungan, dan kegiatan pemuda adalah bentuk komunikasi politik yang paling jujur,” ujarnya.

Dalam perjalanan politiknya, Fahru banyak belajar dari tokoh lintas partai—mulai dari H. Hikmatullah (DPRD Kota Cilegon), Dede Rohana Putra (DPRD Provinsi Banten), hingga H. Furtasan Ali Yusuf (DPR RI). Dari mereka, Fahru menyerap satu nilai penting: politik adalah pengabdian, bukan sekadar jabatan.

Di kawasan Citangkil dan Ciwandan yang didominasi pekerja industri, Fahru memandang kelompok usia produktif sebagai kekuatan strategis. Pendekatan melalui kegiatan olahraga dan ruang-ruang kreatif dipilih sebagai medium komunikasi yang relevan dan membumi.

Namun, isu utama yang terus ia suarakan adalah pengangguran.

“Perlu regulasi yang tegas dan berpihak pada tenaga kerja lokal. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Bagi Fahru, pengalaman Pemilu 2024 adalah pelajaran berharga. Ia memandang politik sebagai proses panjang yang harus dijalani dengan kesabaran dan integritas.

“Kalau ada kesempatan kembali ke DPRD, saya siap. Tapi yang terpenting adalah terus memberi manfaat,” katanya.

Kepada kader dan simpatisan Gelora, Fahru berpesan agar politik dijalani sebagai ruang tumbuh dan kontribusi.

“Politik bukan hanya soal menang atau kalah. Politik adalah soal hadir, bekerja, dan memberi solusi bagi masyarakat.”

Dengan latar akademik kuat, pengalaman organisasi yang matang, serta komitmen sosial yang konsisten, Dr. Mochamad Fahru Komarudin menegaskan satu hal: politik bisa dijalani dengan kepala dingin, hati yang berpihak, dan langkah yang terus bergerak untuk Citangkil dan Cilegon.

 

(Elisa/Red*)