SERANG, WILIP.ID – Pondok Pesantren Fajrul Karim Cinangka menggelar seminar parenting bertema “Memiliki Anak Hafizh Qur’an dan Sholeh di Era Digital: Antara Cinta, Cita, dan Tantangan” sebagai upaya menjawab kekhawatiran orang tua terhadap dampak perkembangan teknologi digital pada anak.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (19/4/2026) ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan orang tua santri dan masyarakat umum. Mereka mengikuti seminar untuk mendapatkan pemahaman tentang pola asuh yang tepat di tengah derasnya arus digital.
Dalam seminar tersebut, disampaikan bahwa orang tua saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti paparan konten digital yang tidak terkontrol, meningkatnya ketergantungan anak terhadap gawai, serta menurunnya kualitas interaksi dalam keluarga.
Psikolog klinis dan pendidikan, Nurhasanah, S.Psi., M.Psi., yang juga Tenaga Ahli UPTD PPA Kota Tangerang, mengatakan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak di era digital.
Menurut dia, pendekatan pengasuhan tidak cukup hanya bersifat teknis, tetapi juga harus menyentuh aspek emosional dan spiritual.
“Anak membutuhkan pendampingan yang utuh. Tidak hanya pengawasan penggunaan gadget, tetapi juga penguatan nilai-nilai agama dan kedekatan emosional dalam keluarga,” ujarnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Fajrul Karim, KH Mulhat Ali Nuh, Lc., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendampingi orang tua menghadapi tantangan zaman.
“Hari ini tantangan terbesar bukan hanya kecerdasan anak, tetapi bagaimana menjaga akhlak dan arah hidup mereka. Orang tua tidak bisa berjalan sendiri,” kata Mulhat.
Ia menambahkan, diperlukan lingkungan pendidikan yang mampu membimbing anak secara berkelanjutan agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan memiliki keimanan kuat.
Pondok Pesantren Fajrul Karim, lanjut dia, menerapkan sistem pendidikan yang menyeimbangkan antara pembinaan akhlak, prestasi akademik, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Harapannya, kami dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak, kuat imannya, serta hafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Fajrul Karim menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjadi mitra bagi orang tua dalam membangun generasi masa depan.
Seminar ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan anak membutuhkan peran bersama antara keluarga dan lingkungan pendidikan yang tepat sejak dini.
(Has/Red*)















