CILEGON, WILIP.ID – Malam di Kelurahan Ketileng, Minggu (8/2/2026), terasa berbeda. Warga tumpah ruah memenuhi area Baitul Marhamah, Yayasan Baitul Marhamah Link. Ketileng Timur RW 01, Kelurahan Ketileng, untuk mengikuti Gebyar Kreasi Baitul Marhamah ke-XVI, sebuah perhelatan religius-budaya yang menjadi penanda kuat dimulainya rangkaian spiritual menuju bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Di tengah gemerlap lampu, lantunan shalawat, dan riuh pawai ta’aruf, tampak Lurah Ketileng Hilman Setiaji hadir menyatu dengan warganya. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah kecamatan dan Pemerintah Kota Cilegon, Hilman menegaskan bahwa kehadiran lurah di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial.
Hal itu sejalan dengan cita-cita Wali Kota Cilegon Robinsar yang mengusung nilai JUARE — Jujur, Amanah, dan Religius sebagai fondasi kepemimpinan dan pelayanan publik di Kota Baja.
“Kami di kelurahan harus menjadi wajah dari semangat JUARE itu. Hadir di tengah masyarakat, menguatkan kegiatan keagamaan, dan membangun generasi yang berakhlak,” ujar Hilman di sela kegiatan.
Mengusung tema “Meneladani Perjalanan Suci, Mengukir Karya Santri, Menyongsong Ramadan 1447 H”, Gebyar Kreasi Baitul Marhamah bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah panggung bagi santri, anak-anak PAUD, serta para penghafal Al-Qur’an untuk menunjukkan bakat, prestasi, dan semangat mereka dalam bingkai nilai-nilai keislaman.
Rangkaian kegiatan yang digelar oleh Yayasan Baitul Marhamah Link. Ketileng Timur RW 01, Kelurahan Ketileng ini begitu padat dan berwarna, mulai dari pawai ta’aruf, ihtifalan PAUD dan TPQ, santunan yatim, haflah qori, hingga puncaknya tabligh akbar.
Bagi warga Ketileng, kehadiran Hilman Setiaji di setiap kegiatan masyarakat bukanlah hal baru. Ia dikenal sebagai lurah yang konsisten turun langsung ke lapangan, membangun kedekatan, dan memastikan pelayanan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Melalui kegiatan religius seperti ini, Kelurahan Ketileng tak hanya menggelar acara, tetapi juga ikut mewujudkan visi besar Kota Cilegon yang JUARE—jujur dalam pelayanan, amanah dalam pengabdian, dan religius dalam kehidupan sosial.
Lebih dari sekadar acara tahunan, Gebyar Kreasi ini telah menjelma sebagai ruang perjumpaan spiritual dan sosial warga Ketileng. Di sinilah nilai ibadah, pendidikan, dan solidaritas bertemu, membentuk masyarakat yang kuat secara iman dan kompak secara sosial.
Malam itu, di bawah langit Ketileng Timur, gema shalawat dan lantunan ayat suci seolah menjadi doa bersama: agar Ketileng dan Kota Cilegon terus melangkah dalam spirit JUARE menuju masa depan yang lebih bermartabat.
(Pis/Red*)















