BPRS Cilegon Mandiri Tancap Gas Lewat Tabungan Ukhwah, 8.000 Rekening Baru Tercipta dalam Dua Bulan

CILEGON, WILIP.ID — Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM) kembali menunjukkan performa agresif di industri perbankan daerah. Melalui peluncuran Program Tabungan Ukhwah Tahap III, bank milik Pemkot Cilegon ini sukses mencatat lonjakan signifikan: hampir 8.000 rekening baru terbuka hanya dalam waktu dua bulan.

Capaian itu bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat bahwa literasi dan kepercayaan publik terhadap perbankan syariah di Cilegon tengah meningkat tajam.

Komisaris Utama BPRS CM, Ismatullah, menegaskan bahwa Tabungan Ukhwah dirancang dengan filosofi inklusif. Ia menolak anggapan bahwa bank syariah hanya untuk kalangan tertentu.

“Ukhwah itu artinya persaudaraan. Bank syariah bukan hanya milik umat Islam, tapi milik semua. Bedanya, pengelolaannya sesuai prinsip syariah, lebih adil, lebih transparan, dan tanpa riba,” kata Ismatullah.

Menurutnya, BPRS CM sengaja memosisikan diri sebagai bank rakyat modern berbasis syariah yang mampu bersaing dengan bank konvensional, baik dari sisi layanan, kemudahan, maupun daya tarik program.

Tak tanggung-tanggung, Tabungan Ukhwah juga dikemas dengan gebyar hadiah dan insentif kompetitif untuk mendorong masyarakat tidak sekadar membuka rekening, tetapi juga aktif menabung.

“Hari ini hadiahnya seperti ini, ke depan kami siapkan yang jauh lebih menarik. Targetnya, BPRS CM bisa sejajar, bahkan lebih diminati daripada bank-bank lain,” tegas Ismatullah.

Direktur BPRS CM, Yoka, menegaskan bahwa strategi Tabungan Ukhwah tidak berhenti pada ekspansi jumlah nasabah. Yang dibidik adalah rekening aktif, saldo tumbuh, dan transaksi berulang.

“Program ini kami desain untuk mendorong revenue, retensi, dan repeat customer. Jadi bukan hanya buka rekening lalu diam, tapi aktif menabung dan bertransaksi,” ujar Yoka.

Ia mengakui bahwa dukungan Pemkot Cilegon yang mengarahkan sejumlah program ke BPRS CM menjadi tantangan sekaligus peluang besar.

“Karena sudah diberi kepercayaan oleh pemerintah daerah, kami harus membalas dengan kinerja. Salah satunya lewat program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ledakan 8.000 rekening baru itu bukan datang dari satu sumber. BPRS CM memanfaatkan jaringan sosial masyarakat secara sistematis:

• RT/RW: 3.594 rekening

• Kader masyarakat: sekitar 2.200 orang (95 persen sudah masuk sistem BPRS CM)

Artinya, lebih dari separuh target sudah terealisasi hanya dalam hitungan minggu.

“Ini baru setengah jalan. Kami optimistis sisanya bisa segera terealisasi dan target 10.000 rekening aktif pada Triwulan I 2026 bisa tercapai,” ujar Yoka.

Ia menekankan, manajemen tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kesehatan internal bank.

Dengan Tabungan Ukhwah, BPRS CM bukan sekadar membangun citra religius, tetapi memosisikan diri sebagai bank daerah yang agresif, modern, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi warga.

Dari RT, RW, kader, hingga masyarakat umum, Tabungan Ukhwah kini menjadi pintu masuk baru bagi ribuan warga Cilegon untuk mengenal dan memanfaatkan layanan perbankan syariah.

Jika tren ini berlanjut, BPRS Cilegon Mandiri bukan hanya akan menjadi bank milik daerah, tetapi bank kebanggaan warga Cilegon yang benar-benar hidup di tengah masyarakat.

 

(Pis/Red*)