Gerai Samsat Cibeber Diresmikan, Puluhan Ribu Kendaraan Masih Menunggak Pajak

CILEGON, WILIP.ID – Pemerintah Kota Cilegon terus mendorong peningkatan pelayanan publik di sektor perpajakan dengan meresmikan Gerai Samsat Kecamatan Cibeber, Jumat (24/4/2026). Namun di balik langkah tersebut, tersimpan pekerjaan rumah besar: tingginya jumlah kendaraan dan masih besarnya angka tunggakan pajak.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa kehadiran gerai Samsat di tingkat kecamatan menjadi bagian dari strategi mendekatkan layanan sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“Dengan layanan yang lebih dekat, masyarakat diharapkan lebih mudah memenuhi kewajibannya. Ini juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.

Data menunjukkan, jumlah kendaraan di Kota Cilegon saat ini telah mendekati 250 ribu unit. Angka ini menjadi potensi besar bagi peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap optimal.

Di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya puluhan ribu kendaraan yang tercatat menunggak pajak. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan daerah.

Kepala Samsat Kota Cilegon, TB Moh. Kurniawan, menyebut bahwa keberadaan gerai Samsat di Cibeber diharapkan mampu menjadi solusi konkret untuk menekan angka tunggakan tersebut.

“Ini bukan hanya soal menambah titik layanan, tapi bagaimana kita mendorong kesadaran masyarakat agar lebih patuh membayar pajak,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Cilegon tak hanya mengandalkan perluasan layanan. Pendataan wajib pajak akan diperkuat hingga ke tingkat kecamatan, disertai strategi jemput bola kepada masyarakat yang belum patuh.

Selain itu, konsep pelayanan terpadu juga mulai disiapkan. Nantinya, masyarakat cukup datang ke satu lokasi untuk mengurus berbagai jenis pajak.

“Kita arahkan ke sistem satu pintu. Jadi lebih efisien dan memudahkan masyarakat,” kata Robinsar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten, Rd. Berly Rizki Natakusumah, menilai langkah ini sebagai bagian penting dari sinergi antara pemerintah kota dan provinsi.

Menurutnya, potensi pajak kendaraan di Banten masih sangat besar, namun perlu diimbangi dengan pendataan dan penagihan yang lebih agresif.

“Daerah melakukan pendataan, provinsi melakukan penagihan. Kalau ini berjalan optimal, hasilnya akan signifikan,” ujarnya.

Peresmian gerai Samsat Cibeber menjadi langkah awal yang menjanjikan. Namun tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana mengubah potensi 250 ribu kendaraan menjadi penerimaan nyata, sekaligus menekan tunggakan yang masih tinggi.

Jika strategi ini berjalan konsisten, bukan tidak mungkin Cilegon mampu meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Sebaliknya, tanpa pengawasan dan eksekusi yang kuat, angka tunggakan akan tetap menjadi bayang-bayang yang sulit diurai.

Di titik ini, pesan yang ingin ditegaskan sederhana: akses sudah dipermudah, kini saatnya kepatuhan diperkuat.

(Has/Red*)