Ekbis  

HIPKA Banten Gelar Muswil II dan Forum Bisnis Daerah, Perkuat Sinergi Pengusaha KAHMI

SERANG, WILIP.ID – Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) II dan Forum Bisnis Daerah sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kewirausahaan di Banten.

Mengusung tema “Membangun Sinergi Pengusaha KAHMI untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kewirausahaan Banten”, kegiatan ini menjadi momentum bagi para pengusaha alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk memperluas jejaring bisnis, membangun kolaborasi lintas sektor, dan merumuskan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

Forum tersebut menghadirkan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPKA H. Kamarussamad, Ph.D., Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Banten H. Mochamad Azzari Jayabaya, serta Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Banten Dedi Arisandi, ST, MT. Kegiatan ini juga melibatkan unsur perbankan, BUMD, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Muswil II tidak hanya menjadi agenda pergantian dan penguatan kepengurusan, tetapi juga diharapkan menghasilkan arah kebijakan organisasi yang lebih konkret dalam memperbesar kontribusi pengusaha KAHMI terhadap pembangunan ekonomi Banten.

Ketua Umum BPP HIPKA H. Kamarussamad menegaskan bahwa HIPKA dibentuk untuk memperkuat kiprah alumni HMI di sektor kewirausahaan. Menurut dia, potensi diaspora alumni HMI yang selama ini berkiprah di bidang akademik, birokrasi, dan politik perlu diimbangi dengan penguatan peran dalam dunia usaha.

“HIPKA didirikan sebagai lokomotif penciptaan kelas menengah baru di bidang ekonomi,” ujarnya.

Ia menilai Banten memiliki peluang ekonomi yang besar melalui sektor industri, konstruksi, properti, perdagangan, dan pertanian. Potensi tersebut perlu dikelola melalui kolaborasi yang mampu memperluas kesempatan usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Karena itu, HIPKA diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berhimpun para pengusaha, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya pelaku usaha yang berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Provinsi Banten H. Mochamad Azzari Jayabaya mengapresiasi penyelenggaraan Muswil II dan Forum Bisnis Daerah HIPKA Banten. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap forum menghasilkan tindak lanjut yang dapat diimplementasikan.

Menurut dia, kolaborasi antara HIPKA dan KADIN perlu dibangun secara berkelanjutan agar membuka peluang kerja sama yang produktif bagi para pengusaha.

Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pengembangan bisnis. Adaptasi terhadap teknologi dinilai menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing di tengah perubahan ekonomi.

Dukungan terhadap konsolidasi organisasi turut disampaikan Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Banten Dedi Arisandi. Ia berharap Muswil II menjadi titik awal penguatan program kerja HIPKA, bukan sekadar agenda seremonial yang berakhir setelah pemilihan kepengurusan.

Menurut dia, kepengurusan yang terbentuk perlu segera menyusun langkah strategis untuk memperluas peluang usaha dan memperkuat jejaring antarpengusaha.

Melalui Muswil II dan Forum Bisnis Daerah ini, HIPKA Banten diharapkan mampu mempertemukan potensi pengusaha KAHMI dengan peluang ekonomi daerah, sekaligus membangun kemitraan dengan perbankan, BUMD, dan sektor industri.

Keberhasilan forum tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh tindak lanjut yang konkret: terbentuknya kolaborasi bisnis, berkembangnya kapasitas pengusaha, terbukanya akses pasar, serta meningkatnya kontribusi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Provinsi Banten.

(Alfa/Red*)