SERANG, WILIP.ID — Kiprah mahasiswa Universitas Al-Khairiyah (Unival), Wendi Juwendi, di bidang pendidikan dan pengembangan kepemudaan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Penghargaan itu diberikan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 atau lima abad Kabupaten Serang.
Wendi mendapat penghargaan atas kiprahnya mewakili Indonesia dalam ajang kepemudaan internasional International Renewable Leaders Summit yang diikuti perwakilan dari sekitar 38 negara.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dalam acara yang digelar di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, Kecamatan Ciruas.
Wendi merupakan mahasiswa semester lima Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Unival. Dalam forum internasional tersebut, dia membawa gagasan tentang pendidikan dan advokasi yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan dan hukum.
Menurut Wendi, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan pembinaan yang diterimanya selama menempuh pendidikan di Unival.
“Prestasi tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan, pendampingan, serta dukungan yang diberikan pihak kampus dalam mendorong dan mengembangkan potensi serta kapasitas diri saya,” ungkap Wendi, Jumat, 9 Oktober 2026.
Dekan Fakultas Hukum dan Agama Islam Unival, Dr. Yogie, bersama Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Unival, Moh. Ryan, turut mendampingi Wendi dalam kegiatan penyerahan penghargaan tersebut.
Keduanya menyampaikan kebanggaan atas pencapaian Wendi yang dinilai mampu membawa nama kampus ke tingkat internasional.
Yogie mengatakan, Unival berupaya memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, baik melalui kegiatan akademik maupun aktivitas di luar kelas.
Menurut dia, pengembangan kapasitas mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kuliah. Mahasiswa juga perlu terlibat dalam kegiatan sosial, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Berbagai kajian ilmiah dan penguatan gagasan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menyampaikan pemikiran secara terarah dan memberikan kontribusi yang relevan terhadap persoalan masyarakat,” jelasnya.
Selain berkiprah di forum internasional, Wendi juga aktif melalui Umah Belajar, sebuah inisiatif yang berfokus pada upaya membantu meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perdesaan.
Aktivitas tersebut dinilai sejalan dengan semangat perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
Kiprah Wendi memperlihatkan bagaimana gagasan mengenai pendidikan dan pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata di tengah masyarakat.
Yogie berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Unival lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, berani mengambil peluang, dan berkontribusi sesuai bidang masing-masing.
Dia juga mendorong mahasiswa agar tidak semata-mata mengejar prestasi pribadi, tetapi mampu menjadikan ilmu pengetahuan dan gagasan sebagai sarana untuk menjawab persoalan masyarakat.
Dengan demikian, prestasi di tingkat internasional diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian individu, melainkan menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat pendidikan dan mendorong perubahan sosial di lingkungan masyarakat.
(Alfa/Red*)















