CILEGON, WILIP.ID – Wakil Ketua II STIT Al-Khairiyah, Hj. Nadratul Uyun, menegaskan bahwa kegiatan Journalist Goes to Campus yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon bersama PT Krakatau Steel Group bukan sekadar pelatihan teknis jurnalistik, melainkan sebuah investasi intelektual jangka panjang bagi mahasiswa dan dunia akademik.
Di hadapan mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, Hj. Nadratul Uyun menyebut literasi media dan kemampuan jurnalistik sebagai modal strategis generasi muda dalam menghadapi era banjir informasi dan disrupsi digital.
“Ini bukan hanya soal belajar menulis berita. Ini investasi intelektual. Mahasiswa sedang dibekali kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, dan menyampaikan fakta secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, dunia kampus saat ini dituntut tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga produsen pengetahuan yang mampu berkomunikasi dengan publik secara profesional. Di sinilah jurnalistik menjadi jembatan antara ruang akademik dan masyarakat.
“Banyak kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Al-Khairiyah—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—yang nilainya tinggi, tetapi tidak akan berdampak luas jika tidak dipublikasikan secara baik dan benar,” katanya.
Hj. Nadratul Uyun menilai, pelatihan jurnalistik membuka ruang bagi mahasiswa untuk menjadi aktor utama dalam mempublikasikan kerja-kerja intelektual kampus, mulai dari kegiatan KKM, riset mahasiswa, hingga pengabdian sosial.
Ia juga menyoroti tingginya partisipasi mahasiswi dalam pelatihan tersebut sebagai sinyal kuat perubahan wajah dunia pers.
“Tadi terlihat jelas antusiasme luar biasa, terutama dari mahasiswi. Ini pertanda bahwa dunia jurnalistik semakin inklusif dan akan diisi oleh generasi muda yang berani, cerdas, dan berintegritas,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, STIT Al-Khairiyah akan menyiapkan nota kesepahaman (MoU) dengan PWI Kota Cilegon dan membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik, agar investasi intelektual ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan berkembang menjadi ekosistem pers kampus yang berkelanjutan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi tumbuh sebagai jurnalis kampus yang mampu menyuarakan kebenaran, mempromosikan karya akademik, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tutup Hj. Nadratul Uyun.
(Pis/Red*)















