Tuntas di FGD! Kesepahaman Akses Jalan Pelabuhan Warnasari–Kawasan Krakatau Steel Capai Titik Temu

Oplus_131104

CILEGON, WILIP.ID — Setelah bertahun-tahun terhenti di meja perencanaan, pembangunan Pelabuhan Warnasari kini kembali mengemuka. Namun bagi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Cilegon, keberhasilan proyek itu hanya akan nyata jika akses jalan menuju Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) segera dibuka.

“Intinya cuma satu: buka akses jalan dari pelabuhan ke jalan Amerika, sampai keluar tol. Itu kuncinya,” tegas Muhammad Ibrahim Aswadi, Penasehat KADIN Kota Cilegon, dalam forum diskusi di Cilegon, Rabu (8/10/2025).

Menurut Ibrahim, selama 24 tahun terakhir rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari tidak pernah terwujud karena masalah klasik: akses transportasi dan konektivitas. Padahal, kata dia, dokumen kesepakatan teknis sudah ada sejak 2011, diperbarui tahun 2012 dan 2023.

“Kesepakatan itu sudah lama dibuat. Ada MOU, ada peta jalur. Tapi tidak pernah jalan. Sekarang tinggal wujudkan,” ujarnya.

Pertemuan Lanjutan untuk Realisasi Jalur Teknis

Ibrahim mengungkapkan, momentum baru sedang terbuka. Pemerintah daerah, bersama pihak industri besar seperti Krakatau Steel, Chandra Asri, KSI, dan PCM, telah sepakat duduk bersama lagi pada 22 Oktober 2025 untuk membahas wilayah teknis dan pembukaan jalur akses.

“Semua pihak punya pemahaman dan kepentingan yang sama. Setelah rapat kedua nanti, kita bisa langsung turun ke lapangan, bentuk tim teknis, dan tentukan jalur mana yang dibangun,” katanya.

Menurutnya, pembukaan akses jalan bukan hanya soal konektivitas industri, tapi juga urat nadi ekonomi baru bagi Cilegon. Jalur itu akan mempermudah arus logistik, mempercepat investasi, dan membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Dukungan Masyarakat dan Sinergi Industri

Ibrahim optimistis, masyarakat Cilegon akan mendukung penuh langkah ini. Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, industri, dan KADIN saat ini sudah terbangun dengan baik.

“Pembangunan pelabuhan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga industri dan masyarakat. Ini simbiosis mutualisme,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan Pelabuhan Warnasari dan pembukaan akses ke PCM bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi simbol komitmen bersama membangun kemandirian ekonomi daerah.

“Kalau semua pihak mau membuka diri dan hati nurani, Insya Allah, pembangunan ini akan selesai. Ini untuk kesejahteraan masyarakat Cilegon,” pungkasnya.

 

(Elisa/Red*)