SERANG, WILIP.ID – Aston Serang Hotel & Convention Center kembali menunjukkan perannya sebagai motor inovasi di jaringan Archipelago International. Setelah sukses menghadirkan konsep kuliner bertema Korea melalui “60 Seconds to Seoul”, kini Aston Serang meluncurkan program terbaru “60 Seconds to Tokyo”, yang mengangkat kekayaan street food Jepang dengan sentuhan premium khas hotel berbintang.
Program ini bukan sekadar pergantian menu, melainkan bagian dari strategi besar Archipelago International dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih relevan dengan tren dan selera masyarakat Indonesia. Menariknya, sebelum diterapkan secara serentak di lebih dari 130 hotel Archipelago di seluruh Indonesia, seluruh konsep terlebih dahulu diuji coba di Aston Serang.
Regional General Manager Banten Area, Doddy Faturahman, SM, CHA, mengatakan kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan. Aston Serang selama ini menjadi lokasi berbagai proyek percontohan (pilot project) yang dikembangkan perusahaan.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Selama ini tamu hotel identik dengan menu-menu yang sudah umum seperti sop buntut atau mi goreng. Kami mencoba keluar dari kebiasaan itu dengan menghadirkan street food Asia yang dikemas lebih modern tanpa menghilangkan kualitas hotel berbintang,” kata Doddy, Sabtu 18 Juli 2026.
Menurut dia, gagasan tersebut berawal dari ide CEO Archipelago International, John Flood, yang ingin memperkuat daya saing hotel melalui inovasi di sektor kuliner.
Dari Serang untuk Seluruh Indonesia
Keberhasilan program 60 Seconds to Seoul menjadi pijakan lahirnya konsep baru bertema Jepang. Selama hampir empat bulan, tim Food and Beverage Aston Serang melakukan riset, pengembangan resep, hingga berbagai uji cita rasa sebelum akhirnya menu dinyatakan layak dipasarkan secara nasional.
Doddy menjelaskan, Aston Serang memiliki posisi strategis karena merupakan hotel yang dimiliki langsung oleh grup Archipelago International. Kondisi tersebut membuat hampir seluruh inovasi baru selalu diuji coba terlebih dahulu di Serang.
“Kalau di sini hasilnya baik dan diterima tamu, maka konsep yang sama akan diterapkan di seluruh hotel Archipelago di Indonesia,” ujarnya.
Program 60 Seconds to Tokyo sendiri mulai tersedia sejak 1 Juli 2026, sedangkan peluncuran nasional dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026 di Bandung.
Tak Sekadar Menu Baru, Tetapi Pengalaman Baru
Executive Chef Aston Serang Hotel & Convention Center, Chef Iwan Irawan, mengungkapkan seluruh menu yang disajikan lahir melalui proses riset yang panjang.
Menurut dia, setiap hidangan harus melewati beberapa tahapan evaluasi, mulai dari diskusi bersama tim chef, corporate executive chef, hingga memperoleh persetujuan manajemen regional dan CEO perusahaan.
“Satu menu bisa beberapa kali direvisi sebelum akhirnya lolos menjadi menu nasional. Jadi bukan hanya enak, tetapi juga harus memiliki standar kualitas yang sama di seluruh hotel Archipelago,” jelasnya.
Pada edisi Tokyo, Aston menghadirkan 10 menu makanan utama, dua dessert, dan enam minuman yang terinspirasi dari kuliner jalanan Jepang.
Meski mengusung konsep street food, seluruh hidangan menggunakan bahan baku premium dan disesuaikan dengan karakter lidah masyarakat Indonesia.
Mengandalkan Bahan Premium
Food & Beverage Manager Aston Serang, Rinaldo Haliem, mengatakan salah satu keunggulan program ini terletak pada kualitas bahan yang digunakan.
Beberapa menu unggulan yang diperkenalkan di antaranya Wagyu Burger, Prawn Tempura Nori menggunakan king prawn, Japanese Cotton Cheesecake, Matcha Puff, hingga berbagai minuman khas Jepang seperti Hojicha Latte, Grande Matcha, dan Sparkling Grape.
“Hojicha misalnya merupakan teh hijau yang dipanggang sehingga menghasilkan aroma dan karakter rasa yang berbeda dibandingkan matcha biasa. Kami ingin menghadirkan pengalaman rasa yang autentik kepada tamu,” katanya.
Konsep Terbukti Meningkatkan Penjualan
Kesuksesan konsep sebelumnya menjadi modal optimisme Aston Serang.
Doddy mengungkapkan, program 60 Seconds to Seoul mampu meningkatkan penjualan Food and Beverage secara signifikan di jaringan Archipelago.
Secara nasional, konsep tersebut mencatat pendapatan hampir Rp4 miliar, hanya dari layanan room service dan pool menu.
“Kontribusi terbesar berasal dari penjualan makanan sekitar 79 persen, sedangkan minuman sekitar 20 persen. Ini membuktikan bahwa konsep kuliner tematik memiliki daya tarik yang sangat besar bagi tamu hotel,” ujarnya.
Strategi Menjawab Tantangan Industri Perhotelan
Di tengah melambatnya industri perhotelan akibat berkurangnya aktivitas dari sektor pemerintahan, Aston Serang memilih menjawab tantangan dengan inovasi.
Doddy mengakui adanya perubahan komposisi pasar. Namun, menurut dia, pertumbuhan sektor korporasi dan bisnis Food and Beverage berhasil menjaga kinerja perusahaan tetap positif.
“Secara total pendapatan tahun 2026 justru lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Itu menjadi bukti bahwa inovasi adalah salah satu kunci agar industri perhotelan tetap bertumbuh,” katanya.
Ia menambahkan, konsep 60 Seconds akan terus berganti setiap tiga bulan dengan mengangkat tema kuliner dari berbagai negara di Asia.
“Tujuannya sederhana, agar tamu selalu menemukan pengalaman baru setiap kali datang ke Aston. Kami ingin hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga destinasi kuliner yang selalu dinantikan,” tutup Doddy.
(Has/Red*)















