SERANG, WILIP.ID – Pada momentum Hari Ulang Tahun ke-25 Provinsi Banten, Himpunan Musik Marawis Indonesia (HIMMI) Provinsi Banten menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah lebih memberi ruang dan perhatian terhadap perkembangan kesenian Islami, khususnya marawis yang menjadi bagian dari identitas budaya religius masyarakat Banten.
Ketua DPW HIMMI Banten, Hasidi, menegaskan bahwa marawis bukan hanya sekadar hiburan, melainkan sarana dakwah, pendidikan akhlak, serta perekat sosial masyarakat. “Di usia 25 tahun Banten, kami berharap pemerintah tidak melupakan kesenian Islami. Marawis adalah warisan budaya yang tumbuh bersama masyarakat. Sudah semestinya diberikan dukungan, baik dalam bentuk pembinaan, festival, maupun ruang tampil yang lebih luas,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
Menurutnya, perhatian terhadap kesenian Islami di tengah arus globalisasi sangat penting agar generasi muda tidak tercerabut dari akar tradisi religiusnya. Apalagi, Banten dikenal sebagai daerah yang kental dengan nilai-nilai Islam dan budaya pesantren. “Kami ingin marawis hadir di setiap ruang, dari sekolah, pesantren, hingga event resmi pemerintah. Itu wujud penghormatan terhadap seni yang membawa nilai-nilai kebaikan,” tambahnya.
HIMMI Banten juga berharap pemerintah daerah menjadikan marawis dan kesenian Islami lain sebagai bagian dari kalender budaya resmi daerah. Dengan demikian, seni Islami tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang seiring dengan semangat Banten sebagai daerah religius, berbudaya, dan berdaya saing.
“Momentum ulang tahun ini seharusnya menjadi refleksi bersama. Mari kita majukan Banten tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam kekuatan budaya dan spiritualnya,” tutup Ketua DPW HIMMI Banten.
(Elisa/Red*)















