CILEGON, WILIP.ID – Pemerintah Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, tak ingin program penghijauan hanya berhenti di seremoni. Kamis (29/1/2026), Lurah Ketileng Hilman Setiaji bersama jajaran staf turun langsung mengantarkan bibit pohon ke rumah-rumah warga yang belum sempat mengambilnya.
Aksi ini menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap program Sejuta Pohon yang digagas Wali Kota Cilegon Robinsar Pajar dalam rangka memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus menekan risiko bencana banjir.
“Setelah apel pagi sekitar pukul 08.00 WIB, kami membawa sekitar lima sampai enam staf, masing-masing memegang pohon, lalu kami antar langsung ke rumah warga. Kami tidak menunggu bola, tapi menjemput bola,” ujar Hilman.
Sekitar 70 pohon dibagikan dan langsung ditanam di pekarangan rumah warga, mulai dari sisi kanan-kiri wilayah Kelurahan Ketileng hingga ke ujung RT 05 Ketileng Timur.
Menurut Hilman, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah di tingkat kelurahan untuk memastikan program wali kota benar-benar dirasakan masyarakat.
“Saya teringat pesan Pak Wali Kota Robinsar saat launching penanaman sejuta pohon di Bagendung: ayo kita jaga alam, insyaallah alam akan menjaga kita. Itu yang mendorong kami bergerak cepat,” tuturnya.
Lebih dari sekadar menanam pohon, Hilman menegaskan bahwa gerakan penghijauan ini memiliki kaitan erat dengan upaya pengendalian banjir yang kerap melanda wilayah Ketileng.
Ia menyebut setidaknya ada tiga titik rawan banjir di wilayahnya, yakni Ketileng Barat serta Ketileng Timur di RT 05 dan RT 03.
“Reboisasi ini penting untuk membantu menyerap air hujan yang debitnya semakin besar. Pohon bisa menjadi benteng alami agar air tidak langsung mengalir deras ke permukiman,” jelasnya.

Namun demikian, penghijauan bukan satu-satunya solusi. Pemerintah Kelurahan Ketileng juga telah mengusulkan beberapa langkah strategis kepada Satgas Siaga Bencana, Pemkot Cilegon, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
Hilman merinci, sedikitnya ada empat usulan utama dari Kelurahan Ketileng untuk mengatasi persoalan banjir:
Pertama, normalisasi dan pengerukan sedimentasi Kali Bengkok, yang menerima limpahan air dari Karangasem, bendungan, serta kawasan Cibober dan Grand Cilegon. Pendangkalan sungai ini sempat membuat kawasan Grand Cilegon tergenang hingga hampir satu meter.
Kedua, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang sekitar 500 meter dari RT 05 hingga RT 03 dengan tinggi 1,5 meter, untuk menahan limpahan air dari kawasan perumahan seperti Grand Cilegon dan Prunas.
Ketiga, normalisasi sungai sepanjang hampir satu kilometer di jalur belakang LDII yang menerima aliran dari Golden Paradise dan kawasan pasar Blok F.
“Kami bersyukur, Pak Wali Kota Robinsar langsung memerintahkan PUTR turun meninjau lokasi bersama saya. Prosesnya cepat dan sudah masuk tahap appraisal,” katanya.
Keempat, sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Cilegon diharapkan dapat membangun tandon air seluas sekitar dua hektare di wilayah perbatasan Prunas–Grand Cilegon–Kali Bengkok, khususnya di RT 05 dan RT 03 RW 01 Ketileng Timur.
“Kalau debit air di sini bisa dikendalikan, dampaknya akan sangat besar untuk wilayah hilir seperti Keranggot yang alirannya lewat SPBU Priuk hingga ke Cibober,” jelas Hilman.
Bagi Hilman, menanam pohon bukan hanya soal banjir, tapi juga soal masa depan kota industri seperti Cilegon.
“Kota industri harus diimbangi ruang hijau. Semakin banyak pohon, semakin baik kualitas udara dan air. Ini soal kesehatan dan kualitas hidup warga,” katanya.
Ia menyebut di belakang Kantor Kelurahan Ketileng saja sudah terbentang area hijau sepanjang 500–600 meter yang membuat lingkungan kerja menjadi lebih sejuk dan sehat.
“Pegawai kami sehat-sehat karena setiap hari menghirup udara segar,” ujarnya sambil tersenyum.
Dengan pembagian sekitar 70 pohon yang langsung ditanam di pekarangan warga, Hilman berharap Kelurahan Ketileng bisa menjadi contoh bahwa menjaga lingkungan tidak harus menunggu proyek besar.
“Dimulai dari halaman rumah, dari satu pohon, lalu menjadi gerakan bersama,” pungkasnya.
(Pis/Red*)















