CILEGON, WILIP- Persoalan kerusakan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sertinya tidak mampu diatasi oleh Pemkot Cilegon. Seperti di perempatan JLS di Kelurahan Ciwedus terdapat lubang besar yang di tutup oleh ban bekas.
Rahmandi, sopir truk saat beristirahat di warung kopi menceritakan kekhawatiran melintas di jalan yang rusak tersebut. Bagi para sopir, perempatan JLS antara lintasan jalan Kelurahan Ciwedus dan Kelurahan Bagendung itu memiliki kontur jalan yang tidak biasa.
“Kalau kita bawa truk dari Ciwandan menuju PCI, tepatnya di Ciwedus ini, harus ekstra hati-hati. Posisi jalan menanjak, setelah itu ada jalan rusak berlubang. Belum lagi dari sisi kiri, ada kendaraan masuk, sangat bahaya, ” kata Rahmandi yang bekerja sebagai sopir truk di perusahaan pabrik semen di Ciwandan.
Selama ini ketik terjadi kecelakaan seperti pengendara motor yang terlindas, disebutkan Rahmandi, Sopir truk kerap yang disalahkan. Padahal jalan rusak menjadi faktor utama.
“Ini cerita dari temen-temen sopir sebenarnya. Ketika ada motor yang terjatuh karena jalanan rusak, mobil truk yang dibelakangnya tidak melihat atau tidak sempat ngerem, ” kata Rahmandi.
Kondisi jalan rusak tentu membuat sopir tidak nyaman membawa kendaraan. Dikatakan Rahmandi, JLS kerap dilintasi kendaraan berat industri. Ia berharap jika ada perbaikan dikerjakan secara profesional, agar jalan tidak cepat rusak.
Warga Kelurahan Bagendung, Sohari merasa heran dengan kondisi JLS yang rusak terus. Padahal Sohari pernah mendengarkan sambutan Walikota Cilegon yang berhasil mendapatkan dana dari pusat untuk perbaikan JLS.
“Dana bantuan itu miliaran kan? Dari pemerintah pusat ada, iuran hibah perusahaan juga ada. Diguyur ratusan miliar, perbaikan JlS tidak pernah bisa bagus, ya? ” katanya.
Sohari berharap ada solusi cerdas dalam mengatasi kerusakan JLS dari ujung Cibeber sampai Ciwandan. Jangan sampai ketika ada pejabat sambutan keberhasilan memperbaiki JLS, tapi kenyataan masih banyak yang rusak parah.















