CILEGON, WILIP.ID – Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Di tangan para alumni, bulan suci ini menjelma menjadi panggung kolaborasi, inspirasi, sekaligus aksi nyata. Itulah yang tergambar dalam rangkaian kegiatan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) yang digelar di DRP Hall, Cilegon, Minggu (1/3/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Harapan, Menebar Kebaikan di Bulan Penuh Keberkahan”, kegiatan ini dikemas dalam format seminar, santunan, dan buka puasa bersama. Bukan sekadar agenda tahunan, acara ini menjadi simpul pertemuan antara dunia akademik, industri, dan masyarakat.
Sorotan utama tertuju pada seminar bertajuk “Peluang dan Tantangan Dunia Angkutan dalam Perekonomian Era 5.0”. Tema ini dinilai relevan di tengah derasnya arus digitalisasi dan disrupsi teknologi yang mengubah wajah industri transportasi.
Ketua IKA Unival, Dede Rohana, menegaskan bahwa forum ini bukan hanya ruang teori, tetapi wadah berbagi pengalaman konkret dari para alumni yang telah berproses dari nol.
“Seminar ini memberi inspirasi bagi alumni. Kang Lian Firman dulu merintis dari bawah, pernah bekerja di Carrefour, lalu berproses hingga bisa berkembang dan dikenal seperti sekarang,” ujar Dede.
Kisah Lian Firman yang kini kerap tampil di layar kaca menjadi simbol bahwa latar belakang bukan penghalang untuk menembus batas. Era 5.0, kata Dede, menuntut pelaku usaha angkutan tak hanya mengandalkan kekuatan armada, tetapi juga kecakapan membaca teknologi dan membangun jejaring kolaboratif.
Seminar ini memperlihatkan bagaimana jejaring alumni mampu menjadi motor penggerak literasi industri. Dunia angkutan, yang selama ini identik dengan sektor konvensional, kini dituntut adaptif terhadap sistem digital, efisiensi logistik, hingga integrasi data.
Tak berhenti pada diskursus ekonomi, kegiatan ini juga sarat nilai kemanusiaan. Sebanyak 60 anak yatim piatu dan janda lanjut usia menerima santunan dari yang berkolaborasi dengan IKA Unival.
Menariknya, Dede Rohana juga menjabat sebagai Ketua DPD APTRINDO Banten. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial dunia usaha kepada masyarakat.
“Semoga apa yang kami berikan hari ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT,” ujarnya.
Langkah ini mempertegas bahwa sinergi antara komunitas alumni dan asosiasi pengusaha bukan hanya bicara profit, tetapi juga kontribusi sosial. Ramadan menjadi momentum tepat untuk menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan empati.
IKA Unival bukan sekadar wadah silaturahmi. Organisasi ini berkembang menjadi ekosistem produktif yang melahirkan figur-figur berpengaruh di berbagai lini: pengusaha, anggota legislatif, figur publik, hingga tokoh nasional.
Salah satu alumni yang paling dikenal luas adalah , yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin.
Jejak tersebut menjadi legitimasi moral sekaligus penyemangat bagi generasi muda Al Khairiyah. Dari ruang-ruang kelas sederhana, lahir pribadi-pribadi yang kini berdiri di panggung nasional.
Kegiatan ini menegaskan satu pesan penting: era 5.0 bukan sekadar tentang kecanggihan teknologi, melainkan tentang kolaborasi lintas sektor. Dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dapat berjalan seiring untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif.
IKA Universitas Al Khairiyah bersama APTRINDO Banten menunjukkan bahwa membangun ekonomi tidak harus mengabaikan nilai-nilai sosial. Justru dari empati tumbuh kepercayaan, dan dari kepercayaan lahir keberlanjutan.
Ramadan kali ini menjadi bukti bahwa “menguatkan harapan” bukan hanya slogan. Ia hadir dalam diskusi yang mencerdaskan, santunan yang menghangatkan, dan kebersamaan yang menggerakkan.
(Has/Red)















