Menjelang Idul Adha, Penjual Hewan Kurban Lokal Tawarkan Layanan Antar dan Jaminan Kesehatan

CILEGON, WILIP.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, geliat pasar hewan kurban mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Kota Cilegon, Banten. Sejumlah penjual mulai sibuk menerima pesanan, termasuk Ahmad Alawi (32), warga Cilegon yang tahun ini untuk pertama kalinya memberanikan diri membuka usaha penjualan hewan kurban secara mandiri.

“Sebelumnya saya masih bergabung dengan rekan yang sudah lebih dulu terjun di usaha ini. Tahun ini saya coba jalan sendiri, menawarkan kambing, domba, dan sapi,” ujar Alawi saat dihubungi Wilip.id, Sabtu (24/5/2025).

Langkah mandiri yang diambil Alawi bukan tanpa pertimbangan. Selain melihat potensi pasar yang besar menjelang hari raya, ia juga ingin menghadirkan layanan berbeda dengan menekankan kualitas dan kenyamanan bagi pembeli. Hewan kurban yang dijualnya didatangkan dari sejumlah peternakan di Lampung, Jawa Barat, dan Serang, dengan perawatan yang ia klaim terstandar.

“Semua hewan kami beri pakan alami, rutin dicek kesehatannya, dan ditempatkan di kandang yang bersih. Kami pastikan mereka sehat, tidak cacat, cukup umur, dan memiliki bobot yang sesuai syariat,” ungkapnya.

Harga Naik, Permintaan Tetap Stabil

Meski ada kenaikan harga sekitar 5 hingga 10 persen dibanding tahun lalu—dipicu lonjakan biaya pakan dan transportasi—Alawi menyebut permintaan tetap stabil. Bahkan, sejumlah pelanggan mulai memesan lebih awal demi mendapatkan hewan terbaik.

Harga kambing dan domba dipatok mulai Rp2,7 juta hingga Rp6 juta, sedangkan sapi dibanderol mulai Rp19,5 juta hingga Rp35 juta. Kerbau juga tersedia, dengan harga mulai Rp20,5 juta.

“Alhamdulillah, meskipun harga naik, minat masyarakat tidak berkurang. Banyak juga yang senang karena kami menyediakan layanan antar dan pembayaran digital,” katanya.

Layanan Digital dan Jaminan Kesehatan Hewan

Untuk memudahkan transaksi, Alawi menyediakan pemesanan melalui WhatsApp dan media sosial. Pembayaran dapat dilakukan secara transfer, dan pembeli bisa menikmati layanan pengantaran hewan langsung ke lokasi tanpa biaya tambahan.

Tak hanya itu, demi memastikan kesehatan hewan kurban, Alawi menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kota Cilegon untuk melakukan pemeriksaan rutin. Semua hewan yang dijual, menurutnya, telah mengantongi surat keterangan sehat dari dinas terkait.

“Kami ingin memastikan pembeli merasa tenang dan yakin bahwa hewan yang mereka beli layak dijadikan kurban,” imbuhnya.

Promosi Lewat Medsos dan Kerja Sama dengan Masjid

Di tengah persaingan yang semakin ketat, Alawi juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Ia aktif memasarkan hewan kurbannya melalui Instagram, grup WhatsApp, serta menjalin kerja sama dengan masjid-masjid dan perusahaan lokal.

“Target kami bukan cuma menjual, tapi juga memberi pelayanan terbaik agar pelanggan puas dan mau kembali tahun depan,” tutupnya penuh harap.

 

 

 

*Redaksi | Wilip.id*