CILEGON, WILIP.ID – Lurah Pabean, Buhori, tidak banyak bicara. Tapi, jejak kerjanya mulai terasa di sejumlah sudut wilayahnya. Dua persoalan mendasar yang bertahun-tahun membelit warga —air bersih dan listrik— perlahan-lahan mulai diurai.
Di Lingkungan Kedurung, air sumur akhirnya mengucur setelah lama hanya menjadi harapan. Selama bertahun-tahun, warga di daerah ini hidup dalam kekeringan. Sumur ada, tapi tak mengalir. Kini, berkat dorongan pemerintah kelurahan, air mulai bisa dinikmati. Buhori mengakui, capaian ini tak lepas dari fondasi yang telah dibangun lurah sebelumnya, RT / RW, Camat Purwakarta dan beberapa dinas terkait seperti DPUPR Kota Cilegon dan PLN. “Ini hasil kerja bersama. Kami hanya melanjutkan,” ujarnya kepada Wilip.id, Jumat, 16 Mei 2025.
Sementara itu, di ujung barat Pabean, tepatnya di Lingkungan Cipede, listrik akhirnya menyala. Lima kepala keluarga di sana sebelumnya hidup dalam gelap, tanpa penerangan PLN. Kini, kabel-kabel tergelar, lampu-lampu menyala, dan malam tak lagi sepenuhnya gelap.
Menurut Buhori, pemenuhan kebutuhan dasar warga adalah prioritas. “Air dan listrik itu hak dasar. Kalau itu belum beres, jangan bicara yang lain dulu,” katanya.
Perubahan di dua titik ini memang belum merata. Tapi bagi warga Kedurung dan Cipede, itu sudah seperti mimpi yang jadi nyata.
Redaksi | Wilip.id















