CILEGON, WILIP.ID — Monumen Geger Cilegon—salah satu simbol penting perlawanan rakyat Cilegon terhadap kolonialisme—kini tampil dengan wajah baru. Senin malam, 17 November 2025, Pemerintah Kota Cilegon meresmikan revitalisasi monumen itu sebagai upaya menghidupkan kembali memori sejarah sekaligus mempercantik ruang publik kota.
Peresmian berlangsung meriah dan dihadiri Wali Kota Cilegon Robinsar, Kepala Cabang Bank BJB Cilegon Ton Adriano, unsur Forkopimda, hingga pejabat eselon II Pemkot Cilegon.
Wali Kota Cilegon Robinsar mengapresiasi Bank BJB Cilegon yang menjadi mitra utama dalam revitalisasi monumen.
“Alhamdulillah, berkat wasilah Bank BJB, Monumen Geger Cilegon bisa kita percantik. Ini bukan sekadar tempat, tapi sejarah perjuangan warga Cilegon melawan kezaliman,” ujar Robinsar.
Ia menilai banyak generasi muda—khususnya Gen Z dan milenial—yang belum memahami sejarah Geger Cilegon. Karena itu, monumen ini didorong menjadi ruang edukasi dan ruang publik yang bisa mempertemukan warga dari berbagai kalangan.
Wali kota menegaskan bahwa penataan kota dilakukan tanpa mengorbankan layanan dasar. “Kami hanya mengalokasikan 1–2% APBD untuk penataan kota. Anggaran utama tetap untuk Rutilahu, pendidikan, kesehatan, dan beasiswa. Tapi kota harus tetap rapi dan indah agar warganya bangga.”
Robinsar memastikan revitalisasi ini akan berlanjut ke tahap kedua sebagai bagian dari rencana besar mempercantik wajah Kota Cilegon.
Kepala Cabang Bank BJB Cilegon, Ton Adriano, menyebut revitalisasi monumen adalah wujud hubungan harmonis antara BJB dan Pemerintah Kota Cilegon.
“Sesuai visi misi Bank BJB, kami ingin terus memberikan layanan terbaik sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah. Revitalisasi ini adalah persembahan kami untuk masyarakat Cilegon,” ujarnya.
Ton Adriano juga mengenang almarhum Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saidudin, yang semasa hidup memberi perhatian besar pada pembangunan berbagai daerah. “Ini menjadi persembahan terakhir kami, sebagai bentuk penghormatan kepada beliau.”
Dandim 0623/Cilegon, Letkol Inf Miftakhul Khoir, turut memberi apresiasi atas perubahan wajah monumen.
“Alhamdulillah, monumen ini sekarang lebih bagus dan tertata. Masyarakat pasti senang datang ke sini,” katanya.
Namun ia mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik. “Kita sering bagus membangun, tapi lupa merawat. Saya sudah perintahkan anggota Kodim patroli malam. Dulu tempat ini bahkan dipakai tidur orang tidak dikenal. Sekarang mari kita jaga bersama.”
Menurutnya, monumen yang rapi akan memancing minat masyarakat untuk mengenal sejarah Geger Cilegon lebih dalam.
Revitalisasi Monumen Geger Cilegon menjadi bukti kolaborasi antara Pemkot Cilegon, TNI, Bank BJB, dan para mitra lainnya. Selain mempercantik kota, proyek ini juga bertujuan menguatkan identitas sejarah dan budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Pemkot Cilegon menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lebih banyak ruang publik yang representatif—yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sarat edukasi bagi warga kota.
(Elisa/Red*)















