Optimalkan Peran Guru, Al Khairiyah Dorong Pendidikan Berkarakter untuk Indonesia Emas

CILEGON, WILIP.ID – Para guru dari Yayasan Pendidikan Al Khairiyah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Parenting dengan antusias tinggi. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Parenting Guru dalam Wujudkan Indonesia Emas 2045”, yang menekankan pentingnya peran guru sebagai second parent dalam membentuk karakter dan potensi peserta didik.

Bimtek yang berlangsung di Aula Utama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Khairiyah tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan ahli psikologi pendidikan serta pakar pengembangan anak. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi interaktif terkait tantangan pendidikan masa kini.

Ketua DPD Al Khairiyah Kota Cilegon, Ustadz Hambasi Gholib, menyampaikan bahwa visi besar Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa fondasi sumber daya manusia yang kuat sejak usia dini. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membentuk kecerdasan akademis, emosional, serta karakter moral peserta didik.

“Guru bukan hanya pengajar, tapi juga pendidik karakter. Pendekatan parenting yang terintegrasi di sekolah adalah kunci untuk mencetak generasi yang cerdas, bermental tangguh, dan bermoral kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ahmad Alawi menuturkan bahwa Bimtek berlangsung sangat kondusif dan mendapatkan respons positif dari para peserta. Antusiasme terlihat dari diskusi yang hidup, ragam pertanyaan, hingga keseriusan guru dalam menyerap materi yang diberikan.

“Ini membuktikan bahwa pemahaman parenting dan kolaborasi dengan orang tua sangat dibutuhkan di lingkungan pendidikan kita. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar mengubah cara pandang dan praktik di lapangan,” kata Alawi.

“Ke depan, kami akan terus menghadirkan program yang relevan dan bermanfaat bagi seluruh guru Al Khairiyah.”

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Al Khairiyah untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidiknya. Dengan bekal ilmu parenting modern, para guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi pendidikan menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

 

(Elisa/Red*)