CILEGON, WILIP.ID – Komite Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Cilegon menghibahkan lahan seluas 3.388 meter persegi kepada Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk mendukung pengembangan sarana pendidikan. Hibah tersebut diharapkan membuka jalan bagi pembangunan gedung perpustakaan dan laboratorium yang direncanakan pada 2027.
Dukungan komite ini menjadi langkah strategis bagi MAN 2 Kota Cilegon untuk meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran. Ketersediaan lahan menjadi salah satu modal penting agar rencana pembangunan dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme dan persyaratan program SBSN.
Penyerahan hibah tersebut menjadi salah satu agenda dalam kegiatan Pembinaan Pegawai di Lingkungan MAN 2 Kota Cilegon, Selasa (13/10/2026). Kegiatan mengusung tema Penguatan Integritas dan Profesionalisme Menuju Madrasah Mandiri Berprestasi.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Dr. H. Amrullah, M.Si., Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon Dr. H. Amin Hidayat, M.Ag., Kepala MAN 2 Kota Cilegon Mamad, S.Ag., M.Ag., Ketua dan Sekretaris Komite MAN 2 Kota Cilegon, serta jajaran guru dan tenaga kependidikan.
Kepala MAN 2 Kota Cilegon, Mamad, mengatakan hibah lahan tersebut menjadi dukungan penting bagi pengembangan madrasah, terutama dalam penyediaan sarana pembelajaran yang lebih memadai.
Menurut dia, peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Pengembangan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penguatan integritas, dan pembentukan karakter peserta didik.
“Kami berharap rencana pembangunan fasilitas melalui program SBSN dapat berjalan lancar. Dengan bertambahnya sarana dan prasarana, kami optimistis kualitas pembelajaran dan prestasi MAN 2 Kota Cilegon dapat terus meningkat,” ujar Mamad.
Dia menjelaskan, kegiatan pembinaan pegawai juga menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, meningkatkan profesionalisme, serta mengingatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan agar menjalankan tugas sesuai ketentuan kepegawaian.
Bagi Mamad, kemajuan madrasah tidak cukup diukur dari pembangunan fisik. Kualitas pelayanan pendidikan, kemampuan tenaga pendidik, serta dukungan komite dan wali murid turut menentukan keberhasilan lembaga dalam mencetak generasi yang unggul.
Saat ini, MAN 2 Kota Cilegon memiliki 62 personel yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan. Sebanyak 13 orang di antaranya masih berstatus tenaga honorer, sedangkan lainnya merupakan aparatur sipil negara (ASN), baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Dari sisi prestasi akademik, Mamad menyebut sekitar 90 persen lulusan pada periode yang dilaporkannya berhasil diterima di perguruan tinggi. Dua siswa di antaranya melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Madrasah juga mengembangkan pembinaan keagamaan berbasis asrama untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk karakter dan akhlak siswa.
Komite Libatkan Wali Murid dan Masyarakat
Sekretaris Komite MAN 2 Kota Cilegon, Rachmatullah AS, mengatakan hibah lahan seluas 3.388 meter persegi merupakan bentuk partisipasi orang tua siswa dan masyarakat dalam mendukung pengembangan pendidikan.
Menurut dia, komite berupaya menyalurkan dukungan wali murid melalui langkah nyata yang sesuai dengan kebutuhan madrasah. Salah satunya dengan menyediakan lahan untuk kemudian dihibahkan kepada negara melalui Kementerian Agama RI.
“Komite merupakan bagian dari wali murid, orang tua, sekaligus masyarakat. Kami berterima kasih kepada para wali murid dan masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga lahan seluas 3.388 meter persegi ini bisa kami hibahkan kepada negara melalui Kementerian Agama,” kata Rachmatullah.
Dia berharap hibah tersebut menjadi pintu masuk bagi peningkatan fasilitas pendidikan di MAN 2 Kota Cilegon. Berdasarkan informasi yang diterima komite, madrasah berpeluang memperoleh dukungan pembangunan melalui program SBSN pada 2027.
Fasilitas yang direncanakan berupa gedung perpustakaan dan laboratorium dua lantai.
“Harapan kami, setelah lahan ini dihibahkan, MAN 2 Kota Cilegon mendapatkan dukungan pembangunan. Informasi yang kami terima, rencananya pada 2027 melalui program SBSN untuk pembangunan perpustakaan dan laboratorium,” ujarnya.
Meski demikian, rencana pembangunan tersebut masih bergantung pada proses perencanaan, kesiapan administrasi, serta ketentuan program yang berlaku.
Rachmatullah menegaskan, dukungan komite tidak berhenti pada penyediaan lahan. Pihaknya berharap komunikasi dan kerja sama antara orang tua, madrasah, serta Kementerian Agama terus diperkuat agar setiap program pengembangan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
Dia juga mengingatkan bahwa pembangunan sarana pendidikan harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami berharap para pendidik dan pegawai di MAN 2 Kota Cilegon benar-benar profesional sehingga dapat melahirkan generasi bangsa sesuai harapan kita bersama,” tuturnya.
Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Integritas
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, M.Si., mengapresiasi dukungan komite dalam penyediaan lahan untuk pengembangan MAN 2 Kota Cilegon.
Menurut Amrullah, hibah tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pimpinan madrasah, jajaran Kementerian Agama, komite, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan lembaga pendidikan.
Dia menilai penyediaan lahan untuk pengembangan madrasah membutuhkan komunikasi dan kerja sama yang baik di antara para pemangku kepentingan. Dukungan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan perencanaan yang matang agar pengembangan fasilitas dapat berjalan sesuai kebutuhan.
Amrullah berharap MAN 2 Kota Cilegon terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana tanpa meninggalkan karakter utama madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menekankan nilai-nilai keislaman.
Menurut dia, peningkatan prestasi akademik harus berjalan seiring dengan pembinaan akhlak dan kemampuan peserta didik dalam bidang keagamaan. Capaian yang sudah baik perlu dipertahankan, sementara aspek yang masih membutuhkan perbaikan harus terus dibenahi.
Selain itu, dia menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam tata kelola pendidikan. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kedisiplinan, tanggung jawab, keterbukaan, serta pelaksanaan tugas sesuai aturan.
Amrullah juga mendorong seluruh unsur madrasah membangun komunikasi yang sehat. Perbedaan pandangan, menurutnya, perlu dikelola secara konstruktif sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan pendidikan.
Penanaman Pohon Perkuat Ekoteologi
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lahan yang dipersiapkan untuk pengembangan madrasah. Rombongan Kanwil Kemenag Provinsi Banten bersama Kantor Kemenag Kota Cilegon juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan penguatan ekoteologi.
Ekoteologi merupakan pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, madrasah berupaya menanamkan kesadaran bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap alam.
Hibah lahan, rencana pembangunan fasilitas, pembinaan pegawai, dan gerakan penghijauan menjadi bagian dari upaya MAN 2 Kota Cilegon membangun lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Ke depan, tantangannya adalah memastikan dukungan komite dapat ditindaklanjuti menjadi pembangunan yang nyata. Ketersediaan lahan perlu diikuti kesiapan perencanaan dan pemenuhan persyaratan program SBSN, sementara peningkatan fasilitas harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme tenaga kependidikan.
Dengan dukungan komite, wali murid, masyarakat, dan Kementerian Agama, MAN 2 Kota Cilegon diharapkan semakin berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mandiri, berintegritas, dan berprestasi.
(Has/Red*)















