Penantian 18 Tahun, Cilegon Akhirnya Mulai Bangun Gedung Perpustakaan Daerah

Foto : Wali Kota Cilegon Robinsar dan jajaran saat peletakan batu pertama Gedung Perpustakaan Daerah, menandai awal dari mimpi 18 tahun yang kini mulai terwujud.

CILEGON, WILIP.ID – Setelah hampir dua dekade hanya menjadi wacana, pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kota Cilegon akhirnya resmi dimulai. Seremoni peletakan batu pertama digelar di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Senin (30/6/2025), dipimpin langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar.

Namun di balik momentum ini, tersimpan cerita panjang yang penuh perjuangan. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Ismatullah, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung perpustakaan ini telah diperjuangkan sejak 18 tahun lalu.

“Kami berjuang hampir 18 tahun untuk mewujudkan adanya gedung perpustakaan di Kota Cilegon ini. Alhamdulillah, hari ini cita-cita itu bisa terwujud,” ujar Ismatullah dengan nada haru.

Ismat menyebut, selama bertahun-tahun pihaknya terus mengajukan usulan dan melakukan koordinasi lintas instansi. Namun, berbagai kendala teknis, anggaran, dan prioritas pembangunan daerah membuat proyek ini terus tertunda.

Kini, impian itu mulai diwujudkan dengan alokasi anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 7,8 miliar. Pembangunan fisik ditargetkan selesai pada akhir November 2025.

Menurut Ismat, gedung perpustakaan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol komitmen untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat Kota Cilegon.

“Ini bukan hanya tempat menyimpan buku, tapi ruang tumbuhnya gagasan, imajinasi, dan pendidikan masyarakat. Kita ingin perpustakaan ini hidup dan jadi pusat aktivitas literasi,” tegasnya.

Tidak berhenti di situ, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga telah merancang pembangunan Gedung Arsip Daerah yang akan dibangun di lokasi yang sama pada tahun 2027 mendatang.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan dukungannya terhadap pembangunan ini dan berharap proyek bisa selesai tepat waktu. Ia juga mengimbau kontraktor pelaksana agar melibatkan warga sekitar dalam proses pembangunan.

“Ini bukan proyek elite, tapi untuk masyarakat. Maka dari itu, masyarakat harus ikut terlibat, supaya manfaatnya terasa langsung,” ujar Robinsar.

Sarana dan prasarana seperti buku, media digital, serta program literasi lainnya akan dianggarkan secara bertahap melalui APBD tahun 2026–2027.

 

(Elisa/Red*)