PIF Chapter Baraya Serang Santuni Anak Yatim, Komunitas Off-Road yang Tak Sekadar Hobi

CILEGON, WILIP.ID – Komunitas otomotif tak selalu identik dengan touring dan deru mesin di jalan raya. Di bulan suci Ramadan, Komunitas Pajero Indonesia Family (PIF) Chapter Baraya Serang justru menunjukkan wajah lain: berbagi kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sabtu (14/3/2026), puluhan anggota komunitas ini berkumpul dalam kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan santunan dan paket sembako kepada anak yatim serta para janda lanjut usia. Kegiatan yang digelar di Workshop PT. Tjipta Kokoh Wijaya salah satu anggota, Haji Muhlis, itu menjadi bagian dari agenda rutin tahunan komunitas.

Ketua PIF Chapter Baraya Serang, Om Firman, mengatakan kegiatan sosial seperti ini sudah menjadi tradisi yang terus dijaga oleh para anggota.

“Setiap tahun kami selalu mengadakan bakti sosial, memberikan santunan kepada anak yatim maupun janda-janda jompo. Ini sudah menjadi kegiatan rutin kami,” ujar Firman.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya digelar saat Ramadan. PIF Baraya Serang juga kerap turun langsung membantu masyarakat saat terjadi bencana, seperti banjir atau musibah lain yang menimpa warga.

“Kalau ada wilayah yang terkena musibah, seperti banjir, biasanya kami juga langsung bergerak melakukan kegiatan sosial untuk berbagi dengan sesama,” jelasnya.

Dalam kegiatan kali ini, komunitas tersebut menyalurkan sekitar 100 paket santunan dan sembako kepada anak-anak yatim yang hadir. Firman berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara komunitas otomotif dengan masyarakat luas.

“Harapannya tentu klub ini semakin dikenal masyarakat, semakin membaur dengan lingkungan sekitar, dan kita bisa terus berbagi. Apalagi di bulan suci Ramadan, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan untuk menyambut Lebaran,” katanya.

Tak hanya fokus pada kegiatan sosial, PIF Baraya Serang juga aktif mempromosikan potensi wisata daerah melalui agenda touring yang rutin digelar. Kegiatan tersebut bahkan melibatkan kerja sama dengan dinas pariwisata di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kami juga punya program touring yang sekaligus mempromosikan destinasi wisata, baik di Banten maupun di luar daerah. Tujuannya agar tempat wisata kita semakin dikenal dan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan,” ungkap Firman.

Ia menilai, kehadiran komunitas otomotif bisa menjadi salah satu cara efektif memperkenalkan potensi daerah. Bahkan dalam beberapa kegiatan, mereka turut menggandeng wisatawan untuk ikut serta mempromosikan destinasi wisata.

“Kadang kami juga menggandeng turis atau komunitas lain untuk sama-sama mempromosikan wisata. Harapannya tentu ada dampak ekonomi yang bisa dirasakan oleh daerah,” tutupnya.

Di tengah stigma komunitas otomotif yang sering dianggap eksklusif, langkah PIF Chapter Baraya Serang menjadi pengingat: bahwa hobi, solidaritas, dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan.

 

(Has/Red*)