Pokmas Tegal Bunder Genjot Pembangunan Lingkungan, 10 Titik Proyek Tuntas Dimulai dari Jamban hingga RTLH

CILEGON, WILIP.ID — Warga Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon mulai merasakan geliat pembangunan melalui program Dana Lingkungan Sarana dan Prasarana Lingkungan Warga (SALIRA). Program yang dijalankan Kelompok Masyarakat (Pokmas) itu kini berjalan di 10 titik pembangunan, menyasar fasilitas dasar seperti perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), drainase, paving block, hingga pembangunan jamban.

Pantauan di lapangan, mayoritas pekerjaan telah rampung dan sisanya menunggu tahapan akhir. Ketua Pokmas Tegal Bunder, Yunan memastikan seluruh kegiatan dipilih berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.

“Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik sampai saat ini. Ini proyek murni dari kebutuhan warga. Mudah-mudahan tahun depan kualitas semakin meningkat,” ujar Yunan, Sabtu (1/11/2025).

Program tahun ini mencakup enam RW dan mencakup berbagai jenis pekerjaan. Berikut daftar lengkapnya:

Rincian Proyek Pokmas Tegal Bunder — 10 Titik Pekerjaan

2 Unit RTLH

Lingkungan Kubang Lampit — 1 unit, Lingkungan Belacu — 1 unit

2 Titik Drainase

Lingkungan Panasepan, Lingkungan Dukumalang (Plugdacker)

3 Lokasi Paving Block

Lingkungan Kubang Lampit, Lingkungan Belacu, Lingkungan Kedawung (RW05, penghubung RT15–RT09)

1 Tembok Penahan Tanah (TPT)

Lingkungan Pasar Bunder

2 Jamban

Lingkungan Dukumalang RT08, Lingkungan Dukumalang RT16

Dengan itu, total 10 titik pembangunan telah terealisasi.

“Semua hasil rapat lingkungan. Apa yang benar-benar dibutuhkan warga, itu yang diprioritaskan,” tambah Yunan.

Total anggaran program mencapai Rp600 juta, dengan realisasi tahap awal sebesar 40% atau sekitar Rp240 juta untuk enam RW penerima.

Yunan berharap program serupa terus berlanjut demi pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas permukiman.

“Ini bentuk nyata aspirasi warga yang diwujudkan melalui musyawarah,” tegasnya.

Lurah Tegal Bunder, Muhamad Rais, mengapresiasi kerja Pokmas yang tetap bergerak meski anggaran hanya turun satu termin tahun ini.

“Kita harus tetap dukung program ini sebagai bukti perhatian pemerintah kepada masyarakat,” kata Rais.

Ia juga berharap agar program SALIRA kembali berjalan normal seperti tahun sebelumnya.

“Semoga memberi manfaat nyata bagi warga dan ke depan makin maksimal untuk Cilegon Juare,” tutupnya.

Program ini menambah daftar pembangunan berbasis partisipasi warga di Cilegon, sekaligus mengukuhkan semangat gotong royong untuk memperbaiki fasilitas dasar kawasan permukiman.

 

(Elisa/Red*)