Santani Dukung Rifqi Rafsanjani dari Purwakarta: “Gelombang Baru yang Bisa Hidupkan Semangat Karang Taruna

CILEGON, WILIP.ID – Riuh pemilihan Ketua Karang Taruna Kota Cilegon mulai terasa di berbagai kecamatan. Dari Purwakarta, muncul satu nama yang belakangan ramai dibicarakan: M. Rifqi Rafsanjani. Sosok muda yang dinilai punya semangat kuat membina pemuda di tingkat akar rumput itu mendapat dukungan terbuka dari Santani Liani, anggota Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) sekaligus tokoh masyarakat Cilegon.

“Saya ini bukan orang baru di Karang Taruna. Dua periode saya jalani. Saya melihat Rifqi punya semangat dan konsistensi yang jarang dimiliki anak muda sekarang,” ujar Santani, saat ditemui di Cilegon, Sabtu, 8 November 2025.

Bagi Santani, Karang Taruna bukan sekadar wadah kegiatan sosial, melainkan ruang pengabdian yang menuntut ketulusan dan daya tahan. “Yang dibutuhkan itu bukan hanya kemampuan, tapi konsistensi. Kalau itu dijaga, organisasi ini akan terus hidup,” katanya pelan, sembari menyeruput kopi pagi di teras rumahnya.

Dukungan yang Berangkat dari Pengalaman

Nama Santani sudah lama berkelindan dengan perjalanan Karang Taruna di Cilegon. Ia termasuk generasi awal yang ikut membidani gerakan sosial kepemudaan di kota industri ini. Maka, ketika ia menyebut satu nama calon, banyak yang menilai dukungannya bukan asal bicara.

“Rifqi ini aktif di Purwakarta. Saya lihat dia nggak cuma datang saat acara, tapi benar-benar turun ke lapangan. Itu yang penting. Anak muda sekarang butuh contoh nyata, bukan sekadar retorika,” tuturnya.

Menurut Santani, regenerasi dalam tubuh Karang Taruna mesti dipahami sebagai proses alami, bukan arena rebutan kekuasaan. Ia menekankan pentingnya menjaga etika organisasi dan silaturahmi antar kader.

“Kalau ada yang mau maju dari Purwakarta, ya sah-sah saja. Asal prosedurnya benar, dan niatnya tulus membangun. Yang penting kita tetap solid,” katanya tegas.

Mengabdi Tanpa Menghitung Untung-Rugi

Santani berbicara dengan nada tenang, tapi setiap kalimatnya menggambarkan pengalaman panjang. Ia menyebut, menjadi bagian dari Karang Taruna bukan perkara seberapa banyak yang diperoleh, tapi seberapa besar yang bisa diberikan.

“Saya nggak pernah hitung apa yang saya terima. Saya malah sering keluar uang buat bantu kegiatan. Karena buat saya, ini soal pengabdian,” ujarnya.

Nilai-nilai seperti keikhlasan dan gotong royong, menurutnya, adalah fondasi sejati Karang Taruna. Ia percaya, kepemimpinan yang tumbuh dari semangat itu akan diterima dengan lapang oleh masyarakat.

“Rifqi harus tetap mendukung dan selaras dengan program pemerintah daerah. Karena membangun pemuda itu bagian dari membangun kota. Kalau kita kompak, semua bisa jalan,” ujar Santani menutup perbincangan dengan senyum kecil.

Catatan Redaksi

Dukungan MPKT kepada M. Rifqi Rafsanjani menandai babak baru dalam dinamika Karang Taruna Cilegon. Di tengah persaingan yang kadang keras, muncul kesadaran baru: mencari pemimpin yang bukan hanya cakap berbicara, tapi konsisten berbuat di akar rumput.

 

(Elisa/Red*)